www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Benarkah, Ilmuwan China Mau Tanam Kentang di Bulan Tahun Depan?
Minggu, 18-06-2017 - 14:27:13 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-BEIJING-Ilmuwan ruang angkasa di China berencana menanam kentang di bulan pada tahun depan. Kepala proyek ini, Profesor Xie Gengxin, mengatakan kalau kentang itu tidak akan bertumbuh sendirian. Mereka akan ditemani oleh ulat-ulat bulu pemberani.

Pembudidayaan kentang tersebut merupakan bagian dari upaya lembaga ruang angkasa China untuk membangun ekosistem mini di bulan. Gengxin berharap, karyanya akan membuka jalan bagi manusia untuk bisa hidup permanen di satelit alami bumi tersebut.

"Kami akan mengerahkan pengembangan tanaman dan serangga di permukaan bulan ini ke seluruh dunia," serunya, bermaksud meyakinkan kalau proyek besar China ini tidak akan dirahasiakan rapat-rapat.

Melansir Daily Mail, Minggu (18/6/2017), ada tiga kilogram toples berisi tanaman kentang yang akan dibawa dengan roket Chang’e 4 tahun depan. Change diambil dari nama Dewi Bulan dalam kepercayaan Tiong Hoa.

"Di dalam wadah itu, ada kecambah kentang, biji Arabidopsis dan telur ulat sutera. Semua akan dikirim bersamaan dan ditanam di permukaan bulan," terang kepala perancangnya, Dokter Zhang Yuanxun.

Dia menjelaskan, telur tersebut akan menetas menjadi larva yang bisa menghasilkan karbon dioksida. Sementara kentang dan biji berfungsi mengeluarkan oksigen melalui proses fotosintesis.

"Bersama-sama, mereka bisa membangun ekosistem sederhana di bulan," imbuhnya.

Dengan begitu, para ilmuwan dapat mengamati pengaruh gaya gravitasi rendah bulan pada berbagai organisme. Selain itu, salah satu masalah terbesar yang dihadapi tim ini nantinya adalah fluktuasi suhu yang besar pada hari-hari di bulan.

Suhu di permukaan bulan bisa berayun dari 120 derajat celcius pada siang hari dan -170 derajat celcius pada malam hari. Perubahan suhu yang ekstrem inilah yang dikhawatirkan dapat membunuh hampir semua organisme dari Bumi.

Oleh karena itu, dokter Zhang yang meyakinkan, wadah yang dirancangnya akan mengisolasi dengan ketat isinya. Melindungi kentang dan ulat bulu itu dari suhu mengerikan tersebut. Wadah itu juga menyediakan cahaya tiruan sinar matahari di Bumi.

China beberapa tahun terakhir mulai memusatkan perhatiannya pada membangun hunian baru di luar Bumi. Pemerintah Negeri Panda tahun lalu menyampaikan targetnya untuk menempatkan astronot di bulan pada 2036. Misi tersebut tinggal menunggu persetujuan dan pendanaan resmi. (r12/oz)



 
Berita Lainnya :
  • Benarkah, Ilmuwan China Mau Tanam Kentang di Bulan Tahun Depan?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved