www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Duh, Minta Pramugari Lepas Baju saat Wawancara, Maskapai Malaysia Disorot
Kamis, 06-04-2017 - 07:34:16 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PETALING JAYA-Maskapai Malaysia, Malindo Air mendapat sorotan setelah media melaporkan bahwa para calon pramugari diperintahkan untuk melepaskan pakaian atasan mereka dalam wawancara penerimaan pegawai perusahaan penerbangan itu. Para pramugari marah dan muncul desakan kepada Malindo Air untuk meminta maaf atas praktek tersebut.

Dilaporkan Malay Mail, Kamis (6/4/2017), para pramugari marah atas tindakan yang "konyol dan menjijikkan' dalam wawancara Malindo Air itu. Mereka mengatakan tidak pernah menemui prosedur penyaringan pegawai seperti yang dilakukan maskapai tersebut.

Direktur Komunikasi dan Hubungan Publik Malindo Air, Raja Saadi Raja Amrin mengatakan, persyaratan yang dilakukan dalam wawancara itu adalah sesuatu yang normal. Dia menjelaskan, pemeriksaan itu diperlukan karena pakaian kru kabin sebagian tembus pandang.

"Hal itu bukan masalah, kami punya hak untuk melakukan pemeriksaan tubuh pada mereka. Saya pikir semua penerbangan melakukan hal yang sama. Kami perlu melihat apakah pelamar memiliki bekas luka, jerawat atau tato yang bisa terlihat melalui seragam. Pramugari kami mengenakan korset di dalam seragam dan jika semua itu tertutup oleh korset maka semua ok," ujarnya sebagaimana dilansir dari Russia Today.

Namun, beberapa pramugari dari maskapai lain tampaknya tidak sependapat dengan Raja.

Pramugari Malaysia Airlines, Sharifah Muhazlisa Syed Mohd Bakar mengatakan tidak pernah diminta untuk melepas bajunya ketika menjalani wawancara dan bergabung dengan maskapai pada 1996. Seorang awak kabin lain dari Maskapai Air Asia juga mengatakan hal yang sama dengan Sharifah.

"Perusahaan yang memperkerjakan saya sekarang menanyakan apakah saya punya tato atau bekas luka, tapi saya tidak pernah diminta untuk melepas pakaian saya," kata pria yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Laporan Malay Mail itu membuat anggota parlemen Malaysia, Siti Mariah Mahmud mendesak Malindo untuk meminta maaf kepada perempuan Malaysia. Dia juga meminta Departemen Pembangunan Komunitas dan Departemen  Transportasi untuk menghentikan praktek itu.

"Saya mendesak Malindo untuk meminta maaf kepada perempuan Malaysia, terutama mereka yang ingin menjadi pramugari. Jika mereka ingin beroperasi di Malaysia, mereka harus menghormati perempuan Malaysia," ujarnya. (r12/oz)



 
Berita Lainnya :
  • Duh, Minta Pramugari Lepas Baju saat Wawancara, Maskapai Malaysia Disorot
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved