www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Duh, Menangi Pemilu Belanda, PM Rutte Ejek Kandidat Anti-Islam
Kamis, 16-03-2017 - 09:45:19 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-DEN HAAG-Perdana Menteri (PM) petahana Belanda, Mark Rutte, dapat tersenyum lega. Sebab, berdasarkan hitung cepat, partai yang dipimpinnya kembali mendominasi parlemen. Kemenangan tersebut sekaligus menghapus kekhawatiran bahwa Negeri Tulip akan jatuh ke tangan kandidat Anti-Islam, Geert Wilders.

Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) diprediksi meraih 32 dari 150 kursi di parlemen. Jumlah tersebut lebih banyak 13 kursi daripada yang diraih Partai Kebebasan (PVV) pimpinan Geert Wilders, yakni 19 kursi.

Raihan Partai PVV itu bahkan masih kalah dari Partai Kristen Demokratik (CDA) yang berjumlah 20 kursi. Sempat muncul kekhawatiran bahwa virus populisme yang tengah naik daun setelah Brexit akan menjangkiti Belanda. Namun, hasil tersebut patut disyukuri rakyat Belanda.

"Belanda berkata, "Wow untuk populisme yang salah." Kita ingin bertahan kepada jalan yang kita pilih: keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan," ucap Mark Rutte seraya mengejek Geert Wilders, mengutip dari Sky News, Kamis (16/3/2017).

Pemilihan anggota parlemen di Belanda memiliki arti penting karena tidak hanya akan menentukan masa depan Negeri Kincir Angin, tetapi mungkin juga Eropa dan dunia. Seberapa besar dukungan yang didapat Wilders dapat menjadi indikator bagaimana kandidat-kandidat sejenisnya akan diterima di pemilihan lain yang akan berlangsung di Prancis dan Jerman.

Isu mengenai imigrasi, Islam, globalisasi, dan Uni Eropa juga didengungkan kandidat seperti Marine Le Pen di Prancis untuk menggalang dukungan. Hasil-hasil pemilihan di Belanda, Prancis, dan Jerman, yang sering disebut negara-negara berpengaruh di Benua Biru, bisa menjadi awal dari sebuah akhir visi unifikasi Uni Eropa.(r12/oz)



 
Berita Lainnya :
  • Duh, Menangi Pemilu Belanda, PM Rutte Ejek Kandidat Anti-Islam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved