www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Duh, Menteri Turki Ditolak di Belanda, Hubungan Kedua Negara Memanas
Minggu, 12-03-2017 - 15:42:47 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-AMSTERDAM- Hubungan pemerintah Belanda dan Turki sedang memanas. Ketegangan itu bermula dari pihak keamanan Belanda yang menolak kunjungan dari salah seorang menteri Turki ke Rotterdam.

Diberitakan AFP, Minggu (12/3/2017), Menteri Turki itu bernama Fatma Betul Sayan Kaya. Kaya diminta kembali ke Jerman saat hendak memasuki Rotterdam. Kaya dicegah oleh polisi Belanda untuk mengikuti demonstrasi di Rotterdam.

"Sedang dalam perjalanan dari Rotterdam menuju Jerman," ujar Wali Kota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb wartawan.

Setelah beberapa jam melakukan negosiasi, Aboutaleb menyebut tidak tercapai titik temu antara kedua belah pihak. "Tidak menemukan solusi," katanya.

Sayan Kaya akhirnya diusir dari Belanda dan diantar kembali ke Jerman oleh polisi Belanda di wilayah perbatasan negara Belanda-Jerman. Pihak Belanda sebelumnya telah berulangkali menegaskan untuk menolak kedatangan Sayan Kaya di Rooterdam.

"Dia tidak diterima, namun dia memutuskan untuk tetap melakukan perjalanan (ke Belanda)," terangnya.

Setelah insiden penolakan ini, Kedutaan Belanda di Ankara dan Konsulat di Istanbul ditutup untuk sementara. Keduanya ditutup dengan alasan keamanan. 

"Jalan masuk dan keluar di kedutaan Belanda di Ankara dan konsulat di Istanbul ditutup karena alasan keamanan," ujar sumber kedutaan Belanda yang diperoleh AFP.

Selain insiden penolakan Sayan Kaya, pemerintah Belanda juga menolak memberikan izin mendarat kepada Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. Penolakan ini menyusul rencana pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan yang akan menggelar referendum pada April mendatang di Turki. Referendum ini akan menentukan berubahnya konstitusi Turki dan dianggap akan melanggengkan kekuasaan Erdogan di Turki.

Terdapat sekitar 300 ribu warga Belanda yang berasal dari kuturunan Turki yang memiliki hak pilih dalam referendum itu. Insiden penolakan ini membuat Presiden Erdogan menyebut Belanda sebagai "Sisa-sida dari Nazi".( r12/dt)



 
Berita Lainnya :
  • Duh, Menteri Turki Ditolak di Belanda, Hubungan Kedua Negara Memanas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved