www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Tangani Penumpang Berbahaya, Pramugari Korsel Diberi Pistol
Rabu, 28-12-2016 - 07:33:00 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-SEOUL - Korean Air Lines berencana mengizinkan awak kapalnya untuk memegang senjata api. Kebijakan baru ini diberlakukan demi menangani para penumpang berbahaya. Perusahaan jasa transportasi udara tersebut juga memastikan akan merekrut lebih banyak pramugara pada masa mendatang.

Melansir Telegraph, Rabu (28/12/2016), langkah ini diambil Korean Air Lines setelah layanannya mendapat kritik halus dari penyanyi Amerika Serikat, Richard Marx. Pada 20 Desember, penyanyi berumur 53 tahun itu sedang menaiki pesawat tujuan Hanoi-Seoul bersama istrinya.

Mendadak, "seorang penumpang yang duduk di baris belakang kami bertindak gila dan mulai menyerang pramugari dan penumpang lain. Ketika dia mulai mendorong staf perempuan tersebut dan menarik rambutnya, Richard Marx menjadi orang pertama yang turun tangan." Demikian Daisy Fuentes, istri Marx menuturkan kejadian tersebut di Instagram.

Proses pengamanan berlangsung sekira empat jam. Marx siap dengan talinya, karena walaupun para pramugari itu memiliki alat listrik pengejut, mereka tidak tahu cara menggunakannya. Mereka jelas juga tidak siap menangani penumpang yang berbahaya seperti itu.

Berdasarkan insiden tersebut, Korean Air Lines meyakinkan akan memberi pelatihan yang lebih maksimal agar pramugarinya siap menghadapi para penumpang gila maupun menjurus kepada aksi kekerasan.

"Pada saat operator AS telah mengambil tindakan tegas atas kekerasan di atas pesawat menyusul serangan teroris 11 September 2001, operator penerbangan di Asia masih belum memberlakukan kebijakan serupa karena budaya," terang Presiden Korean Air Lines, Chi Chang-hoon dalam konferensi persnya.

Ia melanjutkan, "Dengan adanya insiden terakhir, kami akan lebih mengedepankan keselamatan di atas pesawat dan memperkuat standard keamanan kami."

Menurut data statistik pemerintah, pelanggaran hukum di atas pesawat telah meningkat lebih dari tiga kali lipat selama lima tahun terakhir di Negeri Ginseng.

Pada Selasa 27 Desember, kepolisian Korsel telah mengeluarkan surat penangkapan atas penumpang bermasalah tersebut. Diketahui, tersangka bermarga Lim. Juru bicara Korean Air Lines mengungkap, pria tersebut menenggak lebih dari dua botol wiski selama penerbangan. Jadi kelihatannya dia agak mabuk saat melecehkan pramugari mereka. (r12/oz)



 
Berita Lainnya :
  • Tangani Penumpang Berbahaya, Pramugari Korsel Diberi Pistol
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved