www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Tim Medis Indonesia Dipaksa Keluar dari RS Kamal Adwan di Gaza Utara Oleh Israel
Sabtu, 07-12-2024 - 08:54:52 WIB

TERKAIT:
   
 

GAZA -Riau12.com - Sebanyak 30 warga Palestina tewas pada Jumat pagi (6/12/2024) dalam pengeboman Israel terhadap beberapa rumah di sekitar RS Kamal Adwan, di Jalur Gaza utara.

Pusat Informasi Palestina melaporkan sumber-sumber lokal mengatakan kepada koresponden situs berita tersebut bahwa pasukan pendudukan Israel menargetkan sekitar RS Kamal Adwan, yang berdampak pada rumah-rumah di dekatnya.

Sumber-sumber tersebut menambahkan pasukan pendudukan mengirim dua warga yang ditahan, menggunakan mereka sebagai tameng manusia, ke rumah sakit untuk memberi tahu staf medis serta pasien agar berkumpul di halaman rumah sakit sebelum meminta mereka pergi setelah menahan beberapa dari mereka.

Warga sipil tersebut terpaksa mengungsi ke Kota Gaza. Menurut sumber-sumber tersebut, pasukan pendudukan mundur dari daerah tersebut pada pagi hari, meninggalkan pembantaian yang merenggut nyawa 30 warga Palestina di rumah-rumah yang berdekatan dengan rumah sakit.

Direktur RS Kamal Adwan, dr Hussam Abu Safiya, mengatakan situasi di dalam dan sekitar rumah sakit sangat memprihatinkan, karena banyak korban meninggal dan luka-luka, termasuk empat orang tenaga medis yang meninggal dunia.

Dia menambahkan tidak ada dokter bedah yang tersisa di rumah sakit tersebut.

Abu Safiya membenarkan dalam keterangan pers bahwa satu-satunya tim medis yang melakukan operasi adalah delegasi medis Indonesia, dan mereka terpaksa pergi ke pos pemeriksaan.

Dia menjelaskan, persediaan medis hampir habis, dan ada ratusan korban. Dia mencontohkan delegasi medis Indonesia adalah yang pertama dipaksa bergerak menuju pos pemeriksaan.

Abu Safiya menjelaskan ketika mereka kembali ke rumah sakit pada pagi hari setelah dipaksa mengungsi, mereka terkejut melihat ratusan mayat dan luka-luka di jalan-jalan sekitar rumah sakit.

Dia menambahkan generator oksigen menjadi sasaran pada malam hari, dan sekarang hanya ada dua dokter bedah yang tidak berpengalaman yang tersedia untuk mengoperasi pasien.

“Mereka harus memulai operasi meskipun mereka kurang berpengalaman, karena ada 20 orang yang terluka yang membutuhkan perawatan darurat,” ungkap dia.(***)

Sumber: Cakaplah



 
Berita Lainnya :
  • Tim Medis Indonesia Dipaksa Keluar dari RS Kamal Adwan di Gaza Utara Oleh Israel
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved