www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Tentara IDF Mulai Mogok Perang
Rabu, 23-10-2024 - 13:45:31 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-- Mayoritas prajurit pasukan penjajahan Israel (IDF) dilaporkan mengalami trauma akut setelah setahun melakukan agresi di Gaza. Banyak yang menolak panggilan kembali untuk menjalankan operasi di Jalur Gaza.

Pertangahan Oktober, media Ibrani Israel Ha-Makom melakukan 20 wawancara dengan tentara dan orang tua mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa Brigade Nahal Israel, Brigade Penerjun Payung ke-35, Brigade Givati, dan para pejuang dari Brigade Komando, mengalami kurangnya motivasi dan kelelahan mental akibat buruknya manajemen perang darat di Gaza.

Menurut penyelidikan, anggota Brigade Nahal mengalami “kelelahan” yang serius di Gaza saat mereka memasuki putaran ke-11 pertempuran. 

Media itu mencatat bahwa awalnya para prajurit memulai perang dengan semangat tinggi dan kemauan untuk berperang. Saat ini, keadaan menjadi sangat buruk sehingga para pejuang memutuskan untuk tidak kembali saat dipanggil. Dalam satu kasus, dari satu peleton yang terdiri dari 30 orang, hanya 6 orang yang kembali.

Dalam pengakuannya yang kuat, artikel tersebut menerbitkan kutipan berikut mengenai keadaan Brigade Nahal: “Baraknya kosong, semua orang yang tidak tewas atau terluka mengalami cacat mental. Hanya sedikit sekali yang kembali bertarung dan mereka juga tidak sepenuhnya sehat.”

Ibu dari salah satu pejuang Brigade, bernama Inbal, berkomentar bahwa “mereka kembali ke gedung yang sama yang telah mereka bersihkan dari pejuang…Mereka sudah tiga kali ke lingkungan Zeitoun. Mereka mengerti bahwa itu sia-sia dan tidak ada gunanya…Karena mereka adalah tim kecil (unit putranya), mereka tidak bisa menjalankan misi. Mereka hanya diam di sana dan menunggu waktu berlalu.”

Pengungkapan ini terjadi ketika pasukan Israel kembali menyerang wilayah di bagian utara Gaza, dengan kesimpulan bahwa misi semacam itu adalah yang paling merugikan kesehatan mental mereka. “Kembalinya ke tempat mereka sebelumnya, seperti Jabaliya, Zaytoun dan Shuja'iyya, dimulai, itu menghancurkan para prajurit. Ini adalah tempat yang sama dimana mereka kehilangan teman-temannya. Area tersebut sudah dibersihkan (dari pejuang). Itu harus dijaga. Ini sangat membuat mereka frustasi”, tulis artikel tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan ibu seorang pejuang Brigade Komando, dia menjelaskan bahwa putranya mengatakan kepadanya bahwa “Kami seperti jadi sasaran tembak, kami tidak mengerti apa yang kami lakukan di sini. Korban penculikan tidak kembali untuk kedua dan ketiga kalinya, dan Anda melihat bahwa hal itu tidak ada habisnya dan tentara terluka dan mati dalam perjalanan.”

Yang lebih mengejutkan lagi adalah kurangnya motivasi, depresi, dan kelelahan yang dialami tentara Israel menyebabkan terjadinya pemberontakan, dimana banyak yang menolak untuk bertugas. Perlu dicatat bahwa sebagian besar fenomena ini ditutup-tutupi dan sebagian besar dari mereka yang menolak kembali ke medan perang tidak dipenjara, sehingga membantu meredam isu ini.(***)

Sumber: Riaumandiri



 
Berita Lainnya :
  • Tentara IDF Mulai Mogok Perang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved