www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Terkait Kasus Korupsi 1MDB, Najib Razak Masih Minta Pengampunan Raja Malysia
Kamis, 11-01-2024 - 11:00:45 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Kuala Lumpur- Dewan pengampunan yang dipimpin oleh Raja Malaysia segera menentukan apakah bakal memberikan pengampunan kepada mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak atas kasus korupsi 1Malaysia Development Bhd (1MDB), atau menolaknya yang artinya hukuman penjara 12 tahun.

Permohonan Najib untuk mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia pertama kali diajukan ke hadapan dewan pengampunan dalam sebuah pertemuan pada Desember 2023. Namun masalah tersebut ditunda hingga sidang bulan ini, yang sekarang dijadwalkan pada minggu ketiga bulan Januari dan kemungkinan sudah diambil keputusannya.

Badan beranggotakan enam orang tersebut yang dipimpin Raja Malaysia Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah, pada Rabu (10/1/2024) ini menggelar pertemuan untuk membahas masalah tersebut.

Keputusan penting yang dilakukan bulan ini akan menjadi salah satu tugas resmi terakhir Raja Malaysia saat ini, Sultan Abdullah Ri'ayatuddin sebelum ia turun tahta pada 31 Januari mendatang. Ia akan menyerahkan tugas Raja Malaysia kepada penguasa Johor Sultan Ibrahim Sultan Iskandar.

Malaysia menggunakan sistem rotasi unik di negara tersebut, di mana para sultan penguasa di sembilan negara bagian yang memiliki kerajaan, mendapat kesempatan bergilir menjadi Raja Malaysia.

Malaysia adalah negara monarki konstitusional, yang memberikan keputusan akhir kepada raja mengenai pengampunan bagi para penjahat yang dihukum. Sistem serupa juga berlaku di negara tetangga Thailand.

Sementara itu, kuasa hukum Najib Razak, Shafee Abdullah menolak berkomentar dengan alasan dia tidak ingin mempersulit proses pengampunan. Namun anggota tim kuasa hukum Najib yang lainnya, mengatakan kepada CNA bahwa mereka merasakan getaran positif dari dewan pengampunan dalam mempertimbangkan permohonan pengampunan kliennya.

Grasi dari Raja Malaysia terakhir kali diberikan pada pertengahan Mei 2018 ketika Raja Sultan Muhamad V dari Kerajaan Kelantan memberikan pengampunan penuh kepada Anwar Ibrahim yang saat itu sedang menjalani hukuman penjara lima tahun pada 2015 atas dugaan pelanggaran seksual.

Tuduhan tersebut diyakini banyak orang Malaysia sebagai bagian dari konspirasi tingkat tinggi untuk menjatuhkan Anwar Ibarhim dari panggung politik nasional.

Anwar Ibrahim sebelumnya telah mengajukan dua petisi terpisah untuk pengampunan kerajaan, pada 2015 dan 2017, dan keduanya ditolak oleh dewan pengampunan.

Sedangkan Najib, yang merupakan Perdana Menteri Malaysia selama sembilan tahun hingga Mei 2018, merupakan PM pertama yang dipenjara. Ia mulai menjalani hukuman penjara pada Agustus 2022 setelah gagal dalam upaya dua kali banding untuk membatalkan hukumannya oleh Pengadilan Tinggi Malaysia dua tahun sebelumnya.

Hanya beberapa hari setelah dia mulai menjalani hukumannya di Penjara Federal Kajang di pinggiran ibu kota Kuala Lumpur, Najib mengajukan permohonan pengampunan kepada kerajaan.

Sumber: Cakaplah.com



 
Berita Lainnya :
  • Terkait Kasus Korupsi 1MDB, Najib Razak Masih Minta Pengampunan Raja Malysia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved