www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
S-300 Rusia Buat Israel Pikir Dua Kali untuk Menyerang Suriah
Jumat, 28-09-2018 - 05:15:13 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com, DAMASKUS-Israel berpikir dua kali sebelum menyerang wilayah Suriah sebab Transfer sistem rudal pertahanan S-300 yang sedang disiapkan Rusia kepada Suriah. Komentar ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad.

Menurutnya, Damaskus hanya akan menggunakan sistem rudal canggih itu jika terjadi serangan di wilayahnya.

"Israel, yang telah terbiasa melakukan serangan dengan berbagai dalih, sekarang harus menimbang dan memikirkan kembali sebelum menyerang lagi," kata Mekdad kepada kantor berita Xinhua.

"Agresi terhadap Suriah diarahkan pada kekuatan yang memerangi terorisme di Suriah. Jika Israel akan mencoba menyerang, kami akan membela rakyat kami seperti yang kami lakukan di masa lalu," kata Mekdad, Rabu (26/9/2018).

Pada Senin lalu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengumumkan bahwa negaranya akan mentransfer sistem rudal surface-to-air S-300 ke rezim Assad dalam waktu dua minggu. Sistem itu akan dipasok setelah pesawat mata-mata Il-20 Rusia ditembak jatuh sistem rudal S-200 Suriah yang sedang merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel di Latakia.

Dia kembali menegaskan bahwa tanggung jawab atas jatuhnya pesawat Rusia yang menewaskan 15 tentara Moskow berada di pihak Israel. Moskow, berdasarkan data rekaman sistem pertahanan S-400 yang disiagakan di Pangkalan Khmeimim, menyatakan bahwa jet tempur F-16 Israel bersembunyi di balik pesawat Il-20 yang lebih besar saat diserang sistem rudal S-200 Damaskus.

Sementara itu, sumber di lembaga pertahanan Israel mengatakan bahwa ada orang-orang yang percaya bahwa Presiden Suriah Bashar Assad sejatinya tidak membutuhkan sistem senjata, tetapi tetap merayakan fakta bahwa dia meraihnya dari Rusia.

Menurut perkiraan, tingginya biaya pelatihan tenaga kerja lokal untuk mengoperasikan sistem dan pemeliharaannya yang berkelanjutan membuatnya tidak diinginkan oleh Assad. Selain itu, jika sistem itu rusak atau hancur, rezim Suriah akan kesulitan untuk memenuhi biaya yang harus ditanggung sendiri, bukan oleh pihak Moskow.

Sumber : Sindonews.com



 
Berita Lainnya :
  • S-300 Rusia Buat Israel Pikir Dua Kali untuk Menyerang Suriah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved