www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Ketinggian Air Waduk PLTA Koto Panjang Naik Signifikan, Debit Masuk Tembus 441,3 m³/detik
Senin, 08-12-2025 - 11:25:17 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Ketinggian air di Waduk PLTA Koto Panjang, Kampar, mengalami peningkatan pada Senin (8/12/2025). Elevasi muka air tercatat mencapai 75,69 meter di atas permukaan laut (mdpl) pukul 06.00 WIB, naik sekitar 24 sentimeter dibanding posisi pada Minggu yang berada di 75,45 mdpl.

Seiring peningkatan elevasi, debit masuk ke waduk meningkat signifikan menjadi 441,3 meter kubik per detik, sementara aliran keluar melalui turbin tercatat 104,92 meter kubik per detik. Sebagai perbandingan, sehari sebelumnya debit masuk berada di angka 278,22 meter kubik per detik dan debit keluar 57,57 meter kubik per detik. Kenaikan dalam dua hari terakhir ini menjadi penyebab utama meningkatnya permukaan air waduk.

Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melalui Erikmon menjelaskan bahwa pengoperasian waduk tetap mengacu pada tiga rentang elevasi:

* LWL: 73,50–80,59 mdpl
* NWL: 80,60–82,99 mdpl
* HWL: 83,00–85,00 mdpl

Ia menegaskan setiap pengaturan debit diarahkan untuk menjaga keselamatan masyarakat di wilayah hilir sekaligus memastikan pembangkit berfungsi andal.

Pihak PLTA menegaskan pintu pelimpah hanya dibuka pada kondisi tertentu, yaitu: pertama, ketika elevasi melebihi 83,00 mdpl dan debit masuk mencapai atau melampaui 1.000 meter kubik per detik; kedua, melalui pelepasan dini sebagai langkah antisipasi jika diperkirakan terjadi peningkatan debit berdasarkan proyeksi curah hujan BMKG dan kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk.

"Spillway dapat dioperasikan bila pembangkit tidak berfungsi karena gangguan sistem atau elevasi turun di bawah 73,50 mdpl," ujar Erikmon.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya merawat keseimbangan alam. "Mari bersama merawat Bumi agar tetap sehat dan nyaman ditinggali. Salam selamat sehat dan aman," tuturnya.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • Ketinggian Air Waduk PLTA Koto Panjang Naik Signifikan, Debit Masuk Tembus 441,3 m³/detik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved