Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang Naik 6 Cm, Inflow Melonjak Hampir 500 m³ per Detik
Riau12.com-KAMPAR – Kondisi elevasi Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan pada Kamis (4/12/2025) pagi. Data pengukuran terbaru menunjukkan permukaan air waduk naik sebesar 6 sentimeter dalam kurun waktu kurang dari 12 jam.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, mengatakan elevasi waduk tercatat berada di posisi 74,84 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada pukul 07.00 WIB.
“Terjadi kenaikan sekitar 6 sentimeter dibandingkan pengukuran terakhir pada Rabu (3/12/2025) pukul 19.00 WIB, saat elevasi masih di angka 74,78 mdpl,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Peningkatan elevasi tersebut sejalan dengan lonjakan drastis debit air masuk (inflow) ke waduk. Pada Kamis pagi, inflow tercatat mencapai 498,63 meter kubik per detik. Sementara itu, aliran keluar melalui turbin (outflow) hanya sebesar 57,33 meter kubik per detik.
Sebagai perbandingan, pada Rabu malam sebelumnya inflow ke waduk hanya tercatat 62,48 meter kubik per detik, sedangkan outflow justru jauh lebih besar, mencapai 283,13 meter kubik per detik. Lonjakan tajam inflow inilah yang menjadi faktor utama naiknya elevasi air waduk.
Berdasarkan standar operasional, elevasi waduk diklasifikasikan ke dalam tiga kategori. Untuk Low Water Level (LWL) berada pada kisaran 73,50 sampai 80,59 mdpl, Normal Water Level (NWL) sebesar 80,60 hingga 82,99 mdpl, dan High Water Level (HWL) berada pada rentang 83,00 sampai 85,00 mdpl.
Dengan posisi elevasi saat ini di angka 74,84 mdpl, Waduk PLTA Koto Panjang masih berada dalam batas aman kategori LWL.
Air yang mengisi Waduk PLTA Koto Panjang berasal dari dua aliran sungai utama, yakni Sungai Batang Mahat Hulu di wilayah Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, serta Sungai Kampar Kanan Hulu dari daerah Pasaman Timur, Sumatera Barat.
Pihak pengelola memastikan pengawasan terus dilakukan secara intensif seiring meningkatnya debit air masuk ke waduk.
“Dengan adanya peningkatan inflow yang cukup besar, kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan pengoperasian waduk tetap berjalan aman dan sesuai standar,” katanya.
Dhani menambahkan, hingga saat ini belum ada rencana pembukaan pintu pelimpah (spillway) karena elevasi waduk masih dalam kondisi normal. Namun, pihaknya tetap siaga mengantisipasi peningkatan debit air apabila hujan deras kembali terjadi di daerah hulu sungai.
Masyarakat yang berada di daerah hilir sungai diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti setiap informasi resmi dari pihak pengelola PLTA maupun instansi terkait.
Komentar Anda :