Asap Tebal Selimuti Permukiman di Kampar, Warga Sesak Napas dan Anak-Anak Diminta Tak Keluar Rumah
Riau12.com-KAMPAR – Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti kawasan permukiman warga di Kabupaten Kampar, Riau. Kepulan asap pekat yang berasal dari lahan gambut di sekitar permukiman membuat jarak pandang terbatas dan udara terasa menyesakkan sejak tiga hari terakhir.
Bau hangus mulai tercium kuat di udara. Warga memilih berdiam diri di dalam rumah karena kondisi udara yang kian memburuk. Ketua RT 12, Mariana, terlihat aktif berkeliling memastikan warga mengikuti imbauan agar tidak keluar rumah. Melalui pengeras suara, ia meminta seluruh warga terutama anak-anak untuk tetap di dalam rumah demi menghindari paparan asap yang semakin parah.
“Situasi malam ini sudah darurat. Makanya saya minta semua warga masuk ke rumah, jangan ada anak-anak yang main di luar. Udara sudah tidak sehat,” ujar Mariana, Selasa, 11 November 2025.
Ia menyebutkan, kabut asap telah menyelimuti wilayah mereka sejak tiga hari terakhir. Namun, malam ini kondisinya jauh lebih pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Malam ini asap memang sangat parah, karena arah anginnya ke perumahan. Sudah terasa sesak di dada,” ungkapnya.
Sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, tenggorokan kering, demam, dan mata perih akibat menghirup asap karhutla. Beberapa di antara mereka bahkan memutuskan meninggalkan rumah untuk mencari udara yang lebih segar di tempat lain.
“Tadi ada warga yang pergi keluar karena sudah tidak tahan sesak napas di rumahnya,” tambah Mariana.
Sebagai langkah darurat, Mariana berinisiatif membagikan masker kepada warga. Namun, bantuan masker dari Puskesmas Kecamatan Tapung sangat terbatas. Ia mengaku hanya menerima dua kotak masker yang kini sudah habis dibagikan.
“Dari desa atau Puskesmas Tambang belum ada bantuan tambahan. Masker yang saya bagi tadi itu dari Puskesmas Tapung. Sudah tiga hari kami menderita akibat asap,” keluhnya.
Mariana berharap Pemerintah Kabupaten Kampar dan Pemerintah Provinsi Riau segera turun tangan memberikan bantuan kesehatan serta menambah jumlah personel pemadam di lapangan. Menurutnya, tim pemadam yang ada masih sangat terbatas dan kesulitan mengendalikan api di lahan gambut.
“Kami sudah turun ke lokasi kebakaran, memang personel pemadamnya masih sedikit. Saya berharap Pak Bupati, Pak Gubernur, dan Kapolda Riau bisa menambah personel supaya api cepat padam. Kalau tidak, asap akan semakin parah,” harap Mariana.
Kondisi kabut asap di Kampar ini menambah panjang daftar wilayah di Riau yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Warga kini menunggu langkah cepat pemerintah agar udara kembali bersih dan kesehatan mereka tidak semakin terganggu.
Komentar Anda :