www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Harga Cabai di Kampar Tembus Rp100 Ribu, Pemda Dorong Penanaman Lokal dan GPM
Jumat, 12-09-2025 - 14:11:19 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KAMPAR – Harga cabai merah di Pasar Inpres Bangkinang, Kabupaten Kampar, meroket hingga Rp100 ribu per kilogram. Lonjakan harga ini terjadi sejak empat hari terakhir, naik dua kali lipat dibanding harga sebelumnya Rp50 ribu pada 29 Agustus 2025.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil (DisdagKUM) Kampar, Dendi Zulkhairi, menjelaskan kenaikan terutama terjadi pada cabai keriting yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Lonjakan harga diduga dipicu menurunnya persediaan akibat musim kemarau panjang, sementara permintaan masyarakat meningkat.

“Naiknya sampai Rp100 ribu sudah empat hari ini. Barang masih ada, tapi produksinya menurun. Jadi harga naik karena hukum ekonomi supply dan demand,” ujar Dendi, Kamis (11/9/2025).

Tidak hanya di Kampar, fenomena serupa juga terjadi di kota-kota lain seperti Pekanbaru. Menurut Dendi, kenaikan harga merupakan respons alami pasar ketika permintaan melebihi ketersediaan.

Untuk menekan kenaikan harga cabai, pemerintah daerah menempuh dua langkah. Pertama, penanaman lokal jangka panjang agar Kampar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari daerah penghasil cabai lain. Dendi menambahkan, koordinasi telah dilakukan dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk mendorong masyarakat menanam cabai secara mandiri.

Kedua, langkah jangka pendek melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di beberapa kecamatan, di mana cabai dan bahan pokok lain dijual dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Harapannya dengan penanaman lokal dan GPM, harga cabai bisa stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa harus tergantung pasokan luar daerah,” pungkasnya.




 
Berita Lainnya :
  • Harga Cabai di Kampar Tembus Rp100 Ribu, Pemda Dorong Penanaman Lokal dan GPM
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved