www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kasus Bullying Santri di Kampar Mandek, Ibu Korban Menangis Cari Keadilan di Depan Mapolda Riau
Selasa, 02-09-2025 - 10:24:30 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Tangis haru mewarnai aksi demonstrasi di Mapolda Riau, Senin (1/9/2025). Seorang ibu bernama Shinta Offianty menyuarakan kegelisahannya terkait kasus dugaan pidana bullying yang menimpa anaknya, Fahri, sejak tahun 2024 lalu.

Dengan suara bergetar dan pakaian serba hitam, Shinta berdiri di hadapan Irwasda Polda Riau Kombes Pol Prabowo Santoso untuk menanyakan kepastian hukum laporan yang sudah ia buat sejak 5 Agustus 2024.

“Anak saya dianiaya oleh kakak kelasnya sampai geger otak ringan, depresi berat, bahkan sampai gangguan kejiwaan,” ucap Shinta usai aksi dengan mata berkaca-kaca.

Shinta menyebut, sejak kasus dilaporkan, proses hukum berjalan tidak jelas dan terkesan naik-turun. Kondisi anaknya pun kini semakin memburuk. Fahri enggan bersekolah, masih mengalami depresi, dan menutup diri dari lingkungan sosial.

“Tidak mau sekolah, masih depresi, tidak mau bertemu dengan orang banyak, ibaratnya tidak seperti biasanya,” tuturnya lirih.

Aksi Shinta turut mendapat dukungan dari puluhan massa yang mengawal jalannya demonstrasi agar aspirasinya tersampaikan.

Menanggapi hal itu, Kombes Pol Prabowo Santoso menegaskan bahwa kepolisian tidak pernah mengulur waktu dalam penanganan kasus. Ia berjanji pelapor akan tetap mendapatkan keadilan.

“Tidak ada polisi mengundur-undur, mengulur waktu sehingga ibu sebagai korban tidak mendapat keadilan. Pasti akan mendapat keadilan,” tegasnya.

Hingga kini, keluarga korban masih menanti langkah hukum yang lebih tegas agar kasus bullying yang dialami Fahri segera mendapatkan titik terang.




 
Berita Lainnya :
  • Kasus Bullying Santri di Kampar Mandek, Ibu Korban Menangis Cari Keadilan di Depan Mapolda Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved