Kasus Bullying Santri di Kampar Mandek, Ibu Korban Menangis Cari Keadilan di Depan Mapolda Riau
Selasa, 02-09-2025 - 10:24:30 WIB
Riau12.com-PEKANBARU – Tangis haru mewarnai aksi demonstrasi di Mapolda Riau, Senin (1/9/2025). Seorang ibu bernama Shinta Offianty menyuarakan kegelisahannya terkait kasus dugaan pidana bullying yang menimpa anaknya, Fahri, sejak tahun 2024 lalu.
Dengan suara bergetar dan pakaian serba hitam, Shinta berdiri di hadapan Irwasda Polda Riau Kombes Pol Prabowo Santoso untuk menanyakan kepastian hukum laporan yang sudah ia buat sejak 5 Agustus 2024.
“Anak saya dianiaya oleh kakak kelasnya sampai geger otak ringan, depresi berat, bahkan sampai gangguan kejiwaan,†ucap Shinta usai aksi dengan mata berkaca-kaca.
Shinta menyebut, sejak kasus dilaporkan, proses hukum berjalan tidak jelas dan terkesan naik-turun. Kondisi anaknya pun kini semakin memburuk. Fahri enggan bersekolah, masih mengalami depresi, dan menutup diri dari lingkungan sosial.
“Tidak mau sekolah, masih depresi, tidak mau bertemu dengan orang banyak, ibaratnya tidak seperti biasanya,†tuturnya lirih.
Aksi Shinta turut mendapat dukungan dari puluhan massa yang mengawal jalannya demonstrasi agar aspirasinya tersampaikan.
Menanggapi hal itu, Kombes Pol Prabowo Santoso menegaskan bahwa kepolisian tidak pernah mengulur waktu dalam penanganan kasus. Ia berjanji pelapor akan tetap mendapatkan keadilan.
“Tidak ada polisi mengundur-undur, mengulur waktu sehingga ibu sebagai korban tidak mendapat keadilan. Pasti akan mendapat keadilan,†tegasnya.
Hingga kini, keluarga korban masih menanti langkah hukum yang lebih tegas agar kasus bullying yang dialami Fahri segera mendapatkan titik terang.
Komentar Anda :