www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Doa Bersama dan Tabur Bunga di Kampar: Seruan Perlawanan atas Kematian Affan Kurniawan
Sabtu, 30-08-2025 - 10:05:04 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Bangkinang Kota–Ratusan mahasiswa bersama elemen masyarakat Kampar menggelar aksi tabur bunga dan doa bersama, Jumat (29/8/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas gugurnya Affan Kurniawan, mahasiswa yang tewas dilindas mobil polisi saat unjuk rasa di Jakarta Pusat.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan kecaman keras terhadap pihak kepolisian. Mereka menilai kematian Affan bukan sekadar kecelakaan, melainkan bukti nyata brutalitas aparat terhadap rakyat.

“Affan tidak mati karena takdir, ia mati karena dilindas aparat kepolisian! Polisi hari ini bukan pengayom, tapi algojo negara!” tegas Reyhan Putra Yosa, Mahasiswa Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.

Pernyataan keras juga datang dari Mahasiswa STIE Bangkinang, Muhammad Haris. Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh ditutup-tutupi.
“Affan dibunuh oleh negara! Polisi yang digaji dari keringat rakyat justru membunuh rakyat. Darah Affan tidak boleh sia-sia, aparat harus diadili tanpa kompromi!” serunya lantang.

Sementara itu, mahasiswa Politeknik Kampar, M ifrohil umam mengingatkan bahwa jika rakyat diam, tragedi serupa akan terulang.
“Kalau hari ini kita diam, besok mungkin giliran kita yang dilindas! Polisi sudah kehilangan hati nurani! Affan memang korban, tapi juga api yang membakar semangat perlawanan kita!” ujarnya.

Dari kalangan masyarakat, Maulana Ishaq Alfaruqi menegaskan bahwa rakyat tidak akan tunduk pada kekerasan negara.
“Polisi bukan tuhan atas hidup rakyat! Jika negara terus membiarkan aparat menindas, maka rakyatlah yang akan berdiri di garis depan untuk melawan! Affan gugur, tapi rakyat bersatu tidak akan pernah kalah!” tegasnya.

Aksi ini ditutup dengan doa bersama dan tabur bunga, sebagai simbol duka sekaligus perlawanan. Massa menegaskan bahwa solidaritas ini adalah janji bersama. Keadilan untuk Affan Kurniawan, dan perlawanan terhadap brutalitas polisi.



 
Berita Lainnya :
  • Doa Bersama dan Tabur Bunga di Kampar: Seruan Perlawanan atas Kematian Affan Kurniawan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved