www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Sebulan Turun 1 Meter Lebih, Begini Penyusutan Elevasi Waduk PLTA di Kampar dan Operasional Turbin
Selasa, 15-07-2025 - 14:20:34 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- KAMPAR - Volume Waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau terus mengalami penyusutan selama musim kemarau berlangsung. 

Ini ditunjukkan oleh turunnya elevasi.

Manajer Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Koto Panjang, Dhani Irwansyah menyebutkan, tinggi elevasi sudah di angka 79,23 meter di atas permukaan laut (MDPL) pada Selasa (15/7/2025) pukul 10.00 WIB.

Sementara debit air masuk (inflow) hanya 131,6 meter kubik per detik (m3/s). Sama besarnya dengan volume air keluar (outflow) melalui turbin. 

Ia memberi perbandingan elevasi sebulan lalu. Pada 15 Juni 2025 di jam yang sama, elevasi setinggi 80,51 MDPL. 

Berdasarkan data tersebut, penurunan elevasi setinggi 1,28 meter.

Elevasi juga semakin jauh dari titik tertinggi level bawah air atau Low Water Level (LWL). 

Seperti diketahui, LWL dimulai dari 80,59 MDPL sampai 73,50 MDPL. Pada elevasi 73,50 MDPL tersebut, operasional turbin pembangkit pada waduk dihentikan. 

Ditanya operasional turbin pada kondisi debit air terkini, ia menyatakan masih bisa bekerja optimal. Yakni 38 MegaWatt (MW) tiap turbin. 

"Pola pengoperasiannya masih sama (dengan bulan lalu)," katanya kepada Tribunpekanbaru.com. 

Pola operasi turbin disesuaikan dan diatur oleh Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS). Tergantung kebutuhan sistem Sumatera.

Turbin PLTA dioperasikan 1 sampai 2 unit dengan beban 20 sampai 30 MegaWatt pada Luar Waktu Beban Puncak (LWBP).

Sedangkan pada Waktu Beban Puncak (WBP), turbin PLTA dioperasikan 3 unit dengan beban 30 sampai 38 MW.(***)

Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Sebulan Turun 1 Meter Lebih, Begini Penyusutan Elevasi Waduk PLTA di Kampar dan Operasional Turbin
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved