Karhutla Terjadi di Kampar Riau: 4 Hektare Lahan Gambut Hangus Terbakar di Rimbo Panjang
Riau12.com- PEKANBARU – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan tim gabungan di Provinsi Riau.
Hari ini, satu titik api berhasil ditangani di wilayah Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Kebakaran terjadi di lahan gambut seluas sekitar 4 hektare.
Lahan tersebut didominasi vegetasi semak belukar, sawit muda, dan pakis.
Medan yang cukup sulit karena kondisi tanah yang labil dan mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan kerja keras dan kehati-hatian.
"Tim dari Daops Pekanbaru bersama personel gabungan terus berupaya memadamkan titik api. Sekat bakar berhasil dibuat untuk mencegah api meluas," ujar Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau, Edwin Putra, Senin (14/7/2025).
Pemadaman dilakukan secara darat oleh personel gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, dan masyarakat peduli api (MPA).
Meski api berhasil dikendalikan, namun pemadaman masih akan dilanjutkan besok untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di dalam lapisan gambut.
Sementara itu, di wilayah lain seperti Daops Dumai, Siak, dan Rengat, dilaporkan nihil titik api. Tim di daerah tersebut tetap siaga dan saat ini melaksanakan patroli terpadu sebagai upaya pencegahan karhutla, khususnya di wilayah rawan terbakar.
“Kondisi cuaca yang kering dan angin kencang bisa memicu kebakaran sewaktu-waktu. Karena itu, patroli terus digencarkan untuk deteksi dini,†tambah Edwin.
Pemerintah dan tim gabungan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran saat membuka lahan.
Kesadaran dan peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam mencegah terulangnya kebakaran hebat seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, apalagi di musim panas seperti saat ini.
"Kami mengingatkan kepada masyarakat, jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan pula buang puntung rokok sembarangan di lahan kosong. Bagi yang hobi memancing atau membuat api unggun di alam, pastikan apinya benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi," tegas Edy.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah karhutla.
"Kalau kita jaga alam, alam pun akan menjaga kita. Mari bersama-sama kita jaga lingkungan agar tetap aman dan lestari. Kami berharap kerja sama seluruh pihak, terutama masyarakat, menjadi benteng utama untuk mencegah karhutla yang lebih luas," kata Edy.(***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :