Dalam Waktu Berdekatan, Karhutla dan Pohon Tumbang Karena Badai Terjadi di Kecamatan Kampar
Riau12.com-KAMPAR - Hujan badai serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dalam waktu berdekatan di Kampar, Minggu (22/6/2025) malam.
Dua peristiwa tersebut terjadi di kecamatan yang sama. Pertama hujan badai yang menyebabkan pohon tumbang. Tak lama setelahnya, karhutla.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kampar melaporkan penanganan dua kejadian di Kecamatan Kampar tersebut.
Tim Rescue DPKP Kampar mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang Desa Batu Belah.
"Di Kampar, kan ada hujan dan badai," kata Kepala DPKP Kampar, Henry Dunan kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (23/6/2025) pagi.
Pohon besar itu tumbang sekitar sekitar pukul 22.30 WIB. Proses evakuasi selesai pukul 23.15 WIB.
Pohon tumbang tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas karena menutup sebagian badan jalan. Tak ada korban dalam peristiwa tersebut.
Setelah itu, Tim Satuan Damkar DPKP Kampar bergerak ke lokasi karhutla di Jalan Bukit Ijin Desa Penyasawan Kecamatan Kampar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 23.20 WIB.
Menurut laporan DPKP, kebakaran melanda lahan kosong sekitar 1 hektare.
Penyebab kebakaran dalam penyelidikan.
Lahan itu berada dekat pemukiman warga.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.18 WIB dengan mengerahkan satu unit Mobil Damkar.
Karhutla Sebelumnya Terjadi di Tempat Sampah yang Pernah Viral karena Pocong
Fenomena Karhutla makin diwaspadai beberapa waktu belakangan di Kampar.
ekan lalu, Minggu (15/6/2025), Karhutla sempat muncul di Jalan Lingkar Desa Batu Belah Kecamatan Kampar.
Api dan kepulan asap tebal keluar dari tumpukan sampah di pinggir jalan yang mengarah ke Kompleks Perkantoran Bupati Kampar itu.
Lokasi tersebut merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Sampah kerap menumpuk di lokasi dalam beberapa waktu belakangan.
Berdasarkan keterangan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) KAMPAR, kebakaran mulai terjadi pada sekitar pukul 16.45 WIB.
DPKP mengerahkan satu unit Mobil Damkar.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.15 WIB.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Adi Candra Lukita mengatakan, api berasal dari bakaran sampah.
"Api dari bakaran sampah di pinggir jalan, merambat ke lahan kosong," katanya kepada Tribunpekanbaru.com.
TPS itu pernah viral karena pocong pada awal Februari 2025 lalu.
Kain putih yang mirip sosok pocong menggantung di sebuah pohon besar dalam areal TPS itu.
Foto dan video penampakan itu beredar luas di media sosial sejak Senin (3/2/2025). Seperti Facebook dan Instagram.
Tak diketahui siapa pelaku yang membuat ulah itu.
Pelaku disebut bermaksud menakut-nakuti orang yang membuang sampah di tempat itu. (***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :