www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Puluhan Warga Desa Ranah Datangi Malpores Kampar, Tuntut Penangkapan Terduga Asusila
Jumat, 13-06-2025 - 13:49:35 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- - Puluhan warga Desa Ranah mendatangi Markas Polres Kampar, Kamis (12/6), mereka menuntut agar kepolisian segera menangkap seorang warga desa setempat inisial AM yang diduga melakukan perbuatan cabul.

Aksi massa yang berlangsung damai itu diterima langsung oleh Kapolres Kampar, AKBP Mihardi Mirwan. Mihardi menyampaikan pentingnya perdamaian internal di antara keluarga korban.

"Hari ini saya serahkan dulu ke pihak korban dan keluarga, betul-betul saling berdamai di dalam keluarganya," ujar AKBP Mihardi Mirwan.

Dijelaskannya, perdamaian yang dimaksud adalah kesepakatan agar tidak ada perbedaan pandangan di antara keluarga. 

Ia menyoroti adanya perbedaan pandangan di internal keluarga, bahkan dengan adanya penasihat hukum yang mendampingi. "Ketiga antisipasi, katanya intimidasi untuk menerima uang damai," jelasnya.

Ia menekankan bahwa kasus ini melibatkan perempuan, yang merupakan aib keluarga, serta menyangkut hubungan baik antar keluarga, tetangga, dan masyarakat desa.

"Ini masalah perempuan, masalah aib keluarga, jaga hubungan baik keluarga, tetangga dan masyarakat. Mana ada ajaran umat Islam mengumbar aib, kemudian menghakimi, kan tidak boleh," katanya.

AKBP Mihardi menyebutkan bahwa dorongan masyarakat untuk turun ke jalan adalah bagian dari keinginan sosial yang dituangkan dalam surat pernyataan. "Bunyi surat, pernyataan ada sama ibu Kapolsek," ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menyarankan untuk damai. “Saya tegakkan hukum tapi juga memperhatikan hak-hak korban dan untuk kebaikan warga desa semuanya," pungkas AKBP Mihardi Mirwan.(***)

Sumber: Riaumandiri



 
Berita Lainnya :
  • Puluhan Warga Desa Ranah Datangi Malpores Kampar, Tuntut Penangkapan Terduga Asusila
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved