Nenek Pengendara Motor Tergelincir Akibat Tumpahan Minyak Kelapa Sawit di Jalan Kampar Kiri Tengah, Ini Kata Dishub Kampar
Riau12.com-KAMPAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kampar, Riau, berkomentar soal tumpahan minyak kelapa sawit di jalan raya yang menyebabkan kecelakaan yang terjadi pada Rabu (11/6/2025).
Kepala Dishub Kampar, Refizal. Kamis (12/6/2025) menanggapi video kecelakaan di Kilometer 42 Jalan Lintas Pekanbaru-Kuantan Singingi Desa Simalinyang Kecamatan Kampar Kiri Tengah.
Seorang nenek pengendara sepeda motor tergelincir karena jalan licin akibat tumpahan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
Diduga kuat dari truk tangki yang melintas.
Terkait kendaraan, Refizal menyatakan, tergolong truk angkutan barang tertentu.
Izinnya dikeluarkan Dishub provinsi.
Menurut dia, izin diberikan setelah perusahaan pemiliknya telah memenuhi persyaratan dalam Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).
Ia menjelaskan, SMK PAU adalah sistem yang dirancang untuk mengelola risiko keselamatan dalam operasi angkutan umum, memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan meningkatkan kinerja keselamatan.
Ketentuan SMK PAU terdapat dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 85 Tahun 2018.
Permenhub mengharuskan perusahaan angkutan umum untuk memiliki, membuat, melaksanakan, dan menyempurnakan SMK PAU.
Ia pun menyinggung unsur kelalaian hingga pidana terkait tumpahan CPO dari truk tangki.
"Bila ada tumpahan CPO adalah kelalaian operator/pemilik/perusahaan tersebut," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (12/6/2025).
Kelalaian tersebut bisa menimbulkan delik pidana.
"Bila ada tindak pidana, bisa dilakukan penyelidikan sampai penyidikan oleh kepolisian," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dusun di Desa Simalinyang, Syahrul menyebut, jalan licin karena tumpahan CPO, minyak brondolan, dan solid limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Kecelakaan karena jalan licin sudah kerap terjadi. Korbannya juga sudah banyak. (Fernando Sihombing)
Nenek Tersebut Bukan Korban Pertama
Diberitakan sebelumnya, seorang nenek tergelincir saat berkendara sepeda motor di Jalan Lintas Pekanbaru-Kuantan Singingi.
Nenek yang mengalami kecelakaan itu membuat warga sekitar menjadi iba.
Mereka membantu nenek yang kesakitan itu.
Memapahnya dan menggiring sepeda motornya keluar dari badan jalan.
Kecelakaan itu tampak dalam video yang diterima Tribunpekanbaru.com, Rabu (11/6/2025) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi di Desa Simalinyang Kecamatan Kampar Kiri Tengah.
Seorang Kepala Dusun di Desa Simalinyang, Syahrul membenarkannya ketika dikonfirmasi, Kamis (12/6/2025).
"Iya, itu kejadiannya kemarin (Rabu). Nenek itu mengalami lecet-lecet," ujarnya.
Lokasi kejadian di sekitar Kilometer 42 Jalan Lintas Pekanbaru-Kuantan Singingi.
Saat itu, nenek berkendara dari arah Pekanbaru. Nenek itu tiba-tiba tergelincir.
Menurut dia, kecelakaan yang dialami nenek itu satu dari beberapa warga bernasib sama.
Lokasinya di titik yang tidak begitu jauh.
"Ada sekitar lima sampai enam kejadian. Yang lumayan parah di (Desa) Penghidupan (Kecamatan Kampar Kiri Tengah). Ads mobil tergelincir masuk parit," ungkapnya.
Menurut dia, jalan licin jadi penyebab kecelakaan.
Licin karena tumpahan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dari truk tangki yang melintas.
Sayangnya warga tidak menemukan truk tangki tersebut.
Apalagi truk tangki yang melintas sepanjang hari di jalur itu cukup banyak.
Ia mengatakan, kecelakaan karena tumpahan minyak sawit di jalur itu sudah terjadi dua kali sejak Januari 2025.
Korbannya diperkirakan sudah belasan.
Hal serupa sudah kerap terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
Selain CPO, tumpahan yang membuat jalan licin juga minyak dari brondolan sawit dan solid limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Pihak pemerintah desa hanya bisa menyampaikan keluhan itu ke beberapa PKS.
Tetapi kejadian serupa masih berulang.
"Sejauh ini kita sudah sampaikan ke manajemen pabrik (PKS). Supaya kendaraannya diperhatikan," ujarnya.
Selama ini, masyarakat selalu bergotong royong menutup badan jalan yang licin.
Misalnya dengan pasir.
Beberapa waktu belakangan, masyarakat terbantu dengan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar).
Sehingga penanganannya lebih cepat.
Mobil Damkar mencuci badan jalan dengan air dan sabun.(***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :