Telusuri Sungai Kampar Buru Tahanan yang Masih Kabur, 25 Saksi Diperiksa, 4 Anggota Dipatsus
PEKANBARU-Riau12.com- - Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus memburu lima tahanan Polres Kampar yang kabur beberapa waktu lalu. Sejalan dengan hal itu, polisi juga tengah mengusut penyebab kaburnya para tahanan tersebut.
Polda Riau pun menurunkan tim dari Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) untuk memburu tahanan yang kabur diduga terjun ke Sungai Kampar. Tim Ditpolairud menyusuri Sungai Kampar, mulai di jembatan penghubung Bangkinang-Petapahan.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karbianto menjelaskan, Polda Riau bergerak cepat merespons insiden tahanan yang melarikan di sel tahanan Mapolres Kampar Rabu (14/5). â€Pada Kamis (15/2) pukul 03.10 WIB, ditangkap dua orang di Desa Naumbai, Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar atas nama Okta Efandi dan Feri Rahmadi,†jelas Anom, Jumat (16/5).
Anom menambahkan, kemudian pukul 12.25 WIB, di Desa Tambang, Kecamatan Tambang juga sudah ditangkap lagi sebanyak tiga orang atas nama Ahmad Zahri Ginting, Roni Mahardika, dan Oktarianus. Kemudian pada pukul 14.45 WIB, tahanan yang melarikan diri atas nama Rohman menyerahkan diri kepada petugas patroli yang mencari tahanan yang kabur.
â€Petugas gabungan yang terdiri Satbrimob Polda Riau, Satreskrim Polres Kampar, Dirreskrimum Polda Riau sudah mengamankan sebanyak enam dari 11 tahanan yang kabur,†tegas Anom.
Anom menambahkan, Wakapolda Riau Brigjen Adrianto Jossy Kusumo masih memimpin pencarian tahanan yang melarikan diri. Berkomitmen akan terus memburu para tahanan yang melarikan diri. Diperintahkan kepada tahanan yang masih dalam pengejaran ini untuk menyerahkan diri. â€Untuk segera menyerahkan diri. Kita punya kemampuan untuk mencari dan menemukan tahanan yang melarikan diri ini,†tegas Anom.
Anom menambahkan, satu orang tahanan yang melarikan diri dengan menceburkan diri ke Sungai Kampar masih didalami. Ini informasi dari masyarakat. Perlu cek kebenarannya. Seluruh tim sedang bekerja untuk mencari apakah informasi benar atau tidak.
â€Sampai saat ini belum ada laporan dari tim dan masyarakat yang menyatakan ditemukan satu tersangka yang melarikan diri dengan menceburkan diri ke Sungai Kampar. Kalau meninggal dunia tentu ada jasadnya. Sampai ini masih dicek dan didalami,†kata Anom.
Anom menambahkan, semua tim dikerahkan mulai patroli darat, penyisiran di Sungai Kampar. Masih ada lima orang tahanan yang belum ditemukan. â€Kita berharap segera menyerahkan diri. Mereka adalah Nederlansen, Marianto Damanik, Doni Apriadi, Asep Irawan, dan M Hafiz Zulhakim. Kita sudah sebar foto dengan harapan masyarakat yang mengetahui dan melihat bisa melaporkan kepada tim yang sedang bekerja,†tegas Anom.
Anom menambahkan, akan melakukan penindakan tegas kepada tahanan dan juga kepada pihak-pihak yang membantu dan menggunakan para tahanan yang kabur. Anom mengatakan, Bidang Propam Polda Riau tengah melakukan penyelidikan. Sejauh ini petugas sudah memeriksa saksi-saksi dari kalangan masyarakat 25 orang.
“Dan 4 dari internal (Polri) kami yang diperiksa, dilakukan upaya untuk pemeriksaan kepada mereka karena mungkin ada kelalaian anggota tersebut. Lagi diperiksa Propam Polda, dipatsuskan (penempatan khusus, red),†ujarnya.
Wakapolda Riau Adrianto Jossy sempat mengeluarkan pernyataan tegas menyikapi kaburnya 11 tahanan dari Rutan Polres Kampar. Hingga Kamis (15/5), enam orang telah berhasil ditangkap kembali, sementara lima orang lainnya masih buron dan menjadi target pengejaran aparat.
“Kami beri peringatan keras kepada lima tahanan yang masih melarikan diri, segera menyerahkan diri. Jangan tunggu sampai kami datang menjemput paksa. Polda Riau akan memburu tanpa henti, di mana pun kalian bersembunyi,†tegas Wakapolda dalam pernyataan resminya.
Polda Riau mengerahkan kekuatan penuh dalam pengejaran ini, dengan melibatkan tim gabungan dari Polda Riau dan Polres Kampar. Tak hanya kepada para tahanan, Wakapolda juga mengingatkan keras pihak-pihak yang membantu pelarian atau menyembunyikan para buronan.
“Siapa pun yang terbukti membantu, melindungi, atau menghalangi proses penegakan hukum, akan kami proses pidana. Tidak ada kompromi terhadap siapa pun yang mencoba mengganggu upaya kepolisian,†ujarnya.
Meski situasi ini menimbulkan perhatian publik, Wakapolda memastikan kondisi keamanan di wilayah hukum Polda Riau tetap terkendali. “Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Jika ada informasi tentang keberadaan para tahanan yang masih buron, segera laporkan. Keamanan masyarakat adalah prioritas kami, dan identitas pelapor akan kami lindungi sepenuhnya,†ujarnya.(***)
Sumber: Riaupos
Komentar Anda :