Kekurangan Tenaga Medis dan Guru, Kampar Lakukan Pendataan dan Perencanaan Ulang
Sabtu, 17-05-2025 - 10:24:34 WIB
Riau12.com-KAMPAR – Pemerintah Kabupaten Kampar terus berupaya meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat dengan memfokuskan pembangunan pada pemerataan tenaga medis dan guru. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kampar, Misharti, usai meninjau langsung pelayanan di Puskesmas Salo, Jumat (16/5/2025).
"Secara bertahap kita akan lakukan pemerataan. Saat ini, kita sedang mendata dan memetakan kebutuhan serta ketersediaan tenaga medis yang dimiliki," ujar Misharti.
Ia menekankan bahwa grand design pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Pendataan dilakukan sebagai langkah awal agar penempatan tenaga medis dan guru benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.
"Bagaimana kita bisa meratakan jika belum tahu berapa jumlah dokter, bidan, dan guru yang tersedia, serta berapa puskesmas atau sekolah yang aktif. Semua harus terdata dengan jelas," jelasnya.
Misharti menambahkan bahwa kemudahan akses terhadap sarana kesehatan sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan. Ia ingin fasilitas kesehatan berada lebih dekat dengan masyarakat agar pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien.
Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga medis dan pendidik juga menjadi perhatian. Pemerintah Kampar menyiapkan program-program pengembangan kompetensi demi tercapainya layanan yang prima.
“Insya Allah, kami berkomitmen menjalankan program kemasyarakatan dan tata kelola pemerintahan yang bersih, demi kesejahteraan masyarakat Kampar. Semua ini kami lakukan dengan sepenuh hati, karena Kampar di hati,†ungkap Misharti.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Salo, dr Efi, mengakui pihaknya masih kekurangan tenaga dokter. Hal ini menyulitkan pelayanan terutama karena lokasi puskesmas berada di Desa Ganting, cukup jauh dari pusat Desa Salo yang memiliki jumlah penduduk lebih banyak.
“Masyarakat Salo harus memutar lewat Bangkinang Kota untuk ke puskesmas. Walau ada Pustu di Desa Salo, tapi kami kekurangan dokter,†ungkap dr Efi.
Kondisi ini menambah urgensi perencanaan ulang dan distribusi tenaga kesehatan di Kampar, agar seluruh lapisan masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan secara merata dan optimal. (***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :