Terdeteksi Beberapa Titik Api, Pemkab Kampar Siaga Darurat Karhutla
Rabu, 23-04-2025 - 12:04:51 WIB
BANGKINANG-Riau12.com-- Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar Hambali memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Selasa (21/4/2025).
Hadir saat rakor Wakapolres Kampar, perwakilan Forkopimda, Kadaop Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Sumatera 4 Perkanbaru Chaerul Ginting, Kalaksa BPBD Kampar Agustar dan seluruh camat.
Hambali menyebutkan musim kemarau saat ini sudah berjalan lebih kurang dua pekan belakangan. Dengan demikian titik api di wilayah Provinsi Riau khususnya di wilayah Kabupaten Kampar telah mulai muncul.
"Seluruh elemen melakukan pencegahan sebelum terjadinya kebakaran. Tercatat saat ini dari Januari sampai April 2025 sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan lebih kurang seluas 11,2 hektare dengan enam titik api, antara lain terdapat di Kecamatan Kampar Kiri tiga titik, Kuok dua titik dan satu titik di Kecamatan XIII Koto Kampar," sebut Hambali.
Hambali berharap kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kampar agar serius dalam pencegahannya. "Lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena ini selalu terjadi dan pernah terjadi kebakaran yang luar biasa dan berdampak kepada kehidupan kita," tambahnya.
Hambali berharap kepala para camat dan kades untuk menyampaikan dan mensosialisasikan kepada masyarakat terkait antisipasi Karhutla di wilayah Kabupaten Kampar, khususnya Kecamatan Tambang yang sering terjadi setiap tahunnya. Saling mengingatkan, dan saling memberi informasi.
Sementara itu Kadaop Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kemeterian Kehutanan Sumatera 4 Perkanbaru Chaerul Ginting menyampaikan, wilayah KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) yang sering terjadi kebakaran adalah diwilayah KPH Kampar Kiri Sungai Pagar dan Batu Gajah Suligi, Kawasan Hutan Bukit Bungkuk dan Rimbang Baling.
"Di Kabupaten Kampar sendiri, kebakaran pada tahun 2020 data dari Kementerian LHK masih di bawah 100 hektare. Namun sampai tahun 2024 sudah mencapai 585 hektare. Nomor enam tertinggi Provinsi Riau, dan nomor satunya di Kabupaten Indragiri Hulu," jelasnya.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Agustar menambahkan, saat ini kabupaten sudah siaga darurat karhutla. Saat ini sudah ada beberapa titik api. Tadi pagi ada titik api di Desa Tanjung Karang Kecamatan Kampar. "Kita sudah melakukan koordinasi dan mitigasi dalam rangka pencegahan bencana karhutla ini. Kita mengimbau masyarakat yang membuka lahan untuk tidak dilakukan dengan cara membakar," jelas Agustar.(***)
Sumber: Riaupos
Komentar Anda :