Abrasi Sungai Kampar Semakin Parah, Jalan Penghubung Desa Terantang-Padang Luas Terancam Putus
Rabu, 12-03-2025 - 11:19:26 WIB
Riau12.com-KAMPAR – Jalan Kabupaten Danau Bingkuang - Empang Poteh yang menghubungkan Desa Padang Luas Dusun V Kedataran dengan Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, terancam putus akibat abrasi Sungai Kampar yang semakin parah.
Saat ini, kondisi jalan di tikungan tersebut mulai mengalami keretakan. Warga setempat merasa khawatir, terutama saat hujan deras yang dapat mempercepat longsor di sepanjang tepian sungai. Jika tidak segera ditangani, sebagian badan jalan berpotensi amblas, mengakibatkan putusnya akses utama bagi masyarakat.
Kepala Desa Padang Luas, Darusman, meminta pemerintah Kabupaten Kampar untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani masalah ini. Menurutnya, jalan ini merupakan jalur vital bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk keperluan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
"Jika dibiarkan, abrasi Sungai Kampar dapat semakin meluas dan memutus akses jalan penghubung Desa Padang Luas menuju Desa Terantang. Ini akan sangat merugikan masyarakat yang bergantung pada jalur ini," ujarnya.
Selain itu, Darusman mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalan tersebut, mengingat cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi meningkatkan risiko longsor dan kecelakaan. Ia berharap pemerintah segera bertindak guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
Masyarakat juga berharap adanya pembangunan tanggul penahan abrasi atau perbaikan jalan dengan material yang lebih kuat agar tidak mudah longsor di masa depan. Koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait diperlukan agar solusi jangka panjang dapat segera direalisasikan demi kelancaran akses masyarakat.
Sementara itu, warga yang melintasi jalan tersebut setiap hari mengaku semakin khawatir. "Kami berharap segera ada perhatian dari pemerintah. Jangan sampai menunggu jalan benar-benar putus baru bertindak," ujar salah satu warga.
Dengan kondisi yang terus memburuk, masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan mencari solusi terbaik sebelum dampak lebih besar mengganggu kehidupan warga sekitar. (***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :