www.riau12.com
Minggu, 23-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Boraks Ditemukan dalam Kerupuk Tempe di Pasar Takjil Bangkinang
Minggu, 09-03-2025 - 10:59:08 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU –Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya dalam pengawasan intensif selama Ramadan 2025 yang dilaksanakan di Pasar Takjil Plaza Bangkinang di Jalan Sisingamangaraja, Kabupaten Kampar.
Dalam operasi yang berlangsung Sabtu (8/3/2025), BBPOM Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Dinas Ketahanan Pangan, serta Satpol PP Kabupaten Kampar melakukan inspeksi terhadap berbagai makanan yang dijual di pasar takjil tersebut. Petugas secara acak mengambil 24 sampel makanan untuk diuji menggunakan alat uji cepat guna mendeteksi kandungan zat berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan metanil yellow.

Salah satu sampel, yaitu kerupuk tempe, dinyatakan positif mengandung boraks. Kepala BBPOM Pekanbaru, Alex Sander, mengungkapkan bahwa temuan ini menjadi perhatian serius dalam memastikan keamanan pangan selama bulan Ramadan.
"Dari 24 sampel yang diuji, satu di antaranya, yakni kerupuk tempe, terbukti mengandung boraks. Ini menunjukkan bahwa masih ada pedagang yang menggunakan bahan berbahaya dalam produknya," ujar Alex Sander.

Begitu hasil uji keluar, petugas segera bertindak dengan memberikan pembinaan kepada pedagang yang menjual produk tersebut. Kerupuk tempe yang terkontaminasi langsung ditarik dari peredaran, sementara kemasannya dimusnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk melacak asal produk yang mengandung boraks tersebut dan memastikan tidak ada rantai distribusi yang lebih luas.

"Kami berharap melalui pengawasan ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya memilih makanan yang aman, terutama di bulan Ramadan. Keamanan pangan harus menjadi prioritas agar tidak berdampak buruk pada kesehatan," tambah Alex.

Selain pengujian makanan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang dan pengunjung pasar dengan membagikan brosur terkait keamanan pangan serta informasi tentang pencegahan stunting melalui pola makan sehat.(***)

Sumber: Goriau 




 
Berita Lainnya :
  • Boraks Ditemukan dalam Kerupuk Tempe di Pasar Takjil Bangkinang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved