Riau12.com-PEKANBARU – Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Dr Saidul Amin, MA mengatakan bahwa Kabupaten Kampar memiliki potensi besar untuk berkembang dengan landasan sejarah, agama, dan kepemimpinan yang kuat. Hal ini ia sampaikan dalam seminar memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kabupaten Kampar dengan tema "Kejayaan Kampar: Masa Lalu, Masa Sekarang, dan Masa Depan".
Menurutnya, diperlukan keberanian dalam menentukan titik awal berdirinya suatu daerah agar masyarakat memiliki identitas sejarah yang jelas. Hal ini penting untuk menghadapi masa kini dengan lebih percaya diri.
"Kita memang perlu keberanian untuk menentukan kapan sebenarnya kita ini ada. Dan kita tidak boleh gamang dalam menilai masa lalu, karena jika demikian, kita juga tidak bisa menghadapi masa sekarang," ujar Dr Saidul Amin.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa arah pembangunan Kabupaten Kampar sudah sangat baik, terutama dalam aspek agama dan kesejahteraan masyarakat. Prinsip "syarak bersandi kitabullah" menjadi pedoman kuat yang sejalan dengan konsep kepemimpinan Islam sebagaimana yang dikemukakan oleh Al-Mawardi.
"Di Kampar, agama dan ketuhanan menjadi dasar filosofi bangsa dan negara. Prinsip ini adalah kekuatan utama dalam membangun daerah yang berkelanjutan," jelasnya.
Dalam pandangannya, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang berpikir jangka panjang dan tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik sesaat.
"Seorang negarawan berpikir untuk generasi ke generasi. Pemimpin harus menjadi negarawan agar dapat menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat," tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan dalam pembangunan Kampar, mengingat daerah ini memiliki tanah yang subur serta sumber daya alam yang melimpah. Ia berharap pembangunan di Kampar tidak hanya bergantung pada kepemimpinan yang berkuasa saat ini, melainkan terus berjalan sesuai dengan visi jangka panjang yang telah dirancang.
"Pembangunan harus berkelanjutan, tidak hanya berdasarkan rezim yang berkuasa. Kampar memiliki semua panduan yang jelas untuk itu," katanya.
Selain itu, ia juga berharap Kampar dapat kembali menjadi pusat hewan kurban, karena sektor industri dan pertanian di daerah ini sudah memiliki infrastruktur yang mendukung.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa budaya dan agama tetap harus menjadi pilar utama yang dijaga untuk memastikan Kampar terus berkembang dengan identitas yang kuat.
"Terakhir, budaya dan agama juga menjadi pilar utama yang harus terus dijaga di Kampar," pungkasnya. (***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :