www.riau12.com
Rabu, 26-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Ditemukan 438 Kasus, Dinas PKH Riau Tetapkan Kampar Sebagai Daerah Kasus Penyakit Hewan Ternak Terparah Se-provinsi
Sabtu, 11-01-2025 - 09:16:04 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KAMPAR - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau menempatkan Kampar sebagai daerah dengan kasus penyakit hewan terparah se-provinsi. 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau, Faralinda Sari dalam pernyataannya, menyebutkan, terjadi sebanyak 438 kasus penyakit hewan di Kampar selama 2024. Disusul Indragiri Hulu dengan 321 kasus. 

"Kabupaten Kampar menjadi wilayah dengan kasus penyakit hewan ternak tertinggi, dengan total 438 kasus. Disusul oleh Kabupaten Indragiri Hulu dengan 321 kasus," tulis pernyataan itu dilansir dari situs web Media Center Riau yang tayang pada Kamis (2/1/2025).

Pernyataan itu tidak merinci jenis penyakit yang terkumulasi menjadi 438 kasus tersebut. Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kampar, drh. Taufik Bahar sempat kaget saat dimintai tanggapannya terkait data tersebut.

"Apakah (semua kasus) PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) ini? Saya kira PMK semua, kaget saya," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (10/1/2025).

Ia tak menampik maraknya kasus penyakit hewan di Kampar. Tetapi pihaknya belum merekap data yang masuk ke aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS).

Menurut dia, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada di 14 kecamatan se-Kampar melaporkan kejadian yang dijumpai di lokasi dengan menginputnya ke aplikasi milik Kementerian Pertanian itu.

"Ini tergantung keaktifan teman-teman Puskeswan di lapangan. Jadi harus kita rekap dulu data yang sudah masuk di iSIKHNAS," ujarnya.

Ia tidak mempersoalkan data provinsi yang menempatkan Kampar menjadi daerah terbanyak. Menurur dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah kasus banyak.

Di antaranya kondisi cuaca dan jumlah populasi. Selain itu, mobilisasi hewan dari luar Kampar juga dapat mempengaruhi penyebaran penyakit.(***)


Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Ditemukan 438 Kasus, Dinas PKH Riau Tetapkan Kampar Sebagai Daerah Kasus Penyakit Hewan Ternak Terparah Se-provinsi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved