Ditemukan 438 Kasus, Dinas PKH Riau Tetapkan Kampar Sebagai Daerah Kasus Penyakit Hewan Ternak Terparah Se-provinsi
Sabtu, 11-01-2025 - 09:16:04 WIB
Riau12.com-KAMPAR - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau menempatkan Kampar sebagai daerah dengan kasus penyakit hewan terparah se-provinsi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau, Faralinda Sari dalam pernyataannya, menyebutkan, terjadi sebanyak 438 kasus penyakit hewan di Kampar selama 2024. Disusul Indragiri Hulu dengan 321 kasus.
"Kabupaten Kampar menjadi wilayah dengan kasus penyakit hewan ternak tertinggi, dengan total 438 kasus. Disusul oleh Kabupaten Indragiri Hulu dengan 321 kasus," tulis pernyataan itu dilansir dari situs web Media Center Riau yang tayang pada Kamis (2/1/2025).
Pernyataan itu tidak merinci jenis penyakit yang terkumulasi menjadi 438 kasus tersebut. Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kampar, drh. Taufik Bahar sempat kaget saat dimintai tanggapannya terkait data tersebut.
"Apakah (semua kasus) PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) ini? Saya kira PMK semua, kaget saya," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (10/1/2025).
Ia tak menampik maraknya kasus penyakit hewan di Kampar. Tetapi pihaknya belum merekap data yang masuk ke aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS).
Menurut dia, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada di 14 kecamatan se-Kampar melaporkan kejadian yang dijumpai di lokasi dengan menginputnya ke aplikasi milik Kementerian Pertanian itu.
"Ini tergantung keaktifan teman-teman Puskeswan di lapangan. Jadi harus kita rekap dulu data yang sudah masuk di iSIKHNAS," ujarnya.
Ia tidak mempersoalkan data provinsi yang menempatkan Kampar menjadi daerah terbanyak. Menurur dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah kasus banyak.
Di antaranya kondisi cuaca dan jumlah populasi. Selain itu, mobilisasi hewan dari luar Kampar juga dapat mempengaruhi penyebaran penyakit.(***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :