www.riau12.com
Sabtu, 29-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Gagal Ikut PPPK 2024, Ratusan TKS Gelar Aksi di Gedung DPRD, Protes Kebijakan SPTJM
Senin, 23-12-2024 - 15:45:42 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Bangkinang Kota – Ratusan tenaga kesehatan (TKS) di Kabupaten Kampar menggelar aksi mendatangi gedung DPRD Kampar, Senin (23/12/2024). Mereka memprotes kebijakan persyaratan tambahan berupa Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) yang mengancam peluang mereka mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024.

Sebanyak 180 tenaga kesehatan honorer ini mengaku tidak memiliki SPTJM, yang menjadi syarat wajib dalam proses pendaftaran. "Waktu sudah sangat mepet, data harus masuk pada 30 Desember 2024," ujar Anton, tokoh masyarakat Kampar yang mendampingi para TKS dalam audiensi tersebut.

Birokrasi yang berbelit, persyaratan SPTJM dianggap diskriminatif oleh para tenaga kesehatan karena syarat itu hanya dimiliki oleh tenaga honorer non-ASN lainnya. Padahal, mereka telah mengabdi bertahun-tahun di fasilitas pelayanan kesehatan dengan status kontrak daerah.

"Persyaratan ini memberatkan kami. Kami merasa diabaikan, padahal selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat, termasuk di masa pandemi COVID-19," kata salah satu peserta aksi.

Anton, yang ikut mendampingi para tenaga kesehatan, mendesak Pemerintah Kabupaten Kampar segera mencarikan solusi. "Jangan biarkan masa depan tenaga kesehatan ini terancam karena aturan yang tidak fleksibel," tegasnya.

Mantan anggota DPRD Kampar, Ramdhan, S.Sos., menyuarakan dukungannya terhadap para tenaga kesehatan. "Kami yakin DPRD Kampar akan memperjuangkan aspirasi kawan-kawan tenaga kesehatan. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya," ujarnya.

Sebagaimana diketahui berdasarkan pengumuman resmi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kampar, total formasi yang dibuka untuk seleksi PPPK 2024 sebanyak 3.774 posisi. Dari jumlah tersebut, 537 formasi dialokasikan khusus untuk tenaga kesehatan.

Namun, selain syarat SPTJM, pelamar juga harus memenuhi ketentuan telah bekerja aktif minimal dua tahun secara terus-menerus dan terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dengan batas waktu pendaftaran yang semakin mendekat, yaitu hingga 31 Desember 2024, para tenaga kesehatan ini berharap Pemkab Kampar memberikan kebijakan khusus atau kelonggaran.

Mereka menilai perjuangan mereka sebagai tenaga honorer selama bertahun-tahun seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan administrasi. "Kami tidak meminta yang berlebihan, hanya keadilan agar bisa ikut seleksi seperti tenaga lainnya," ujar salah seorang tenaga kesehatan.

Harapan solusi cepat, pemda Kampar kini berada di bawah tekanan untuk segera menyelesaikan masalah ini. Publik berharap ada solusi yang cepat dan tepat agar para tenaga kesehatan tidak kehilangan kesempatan untuk memperbaiki nasib mereka. (***)

Sumber: Radarpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Gagal Ikut PPPK 2024, Ratusan TKS Gelar Aksi di Gedung DPRD, Protes Kebijakan SPTJM
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved