www.riau12.com
Sabtu, 29-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Temui Jokowi , Kakak Beradik di Kampar Adukan Konflik Lahan, Begini Respon Mantan Presiden Itu
Selasa, 17-12-2024 - 13:58:47 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- KAMPAR - Dua abang beradik dari Kampar menemui mantan Presiden RI Joko Widodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah Jumat (13/12/2024) lalu.

Mereka warga Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.

Mereka terkonfirmasi bernama Akmal sebagai abang dan Irfan Syahputra adiknya.

Akmal diketahui sebagai salah satu pemangku adat dari persukuan Chaniago di Kenegerian Koto Aman.

Irfan membenarkan pertemuannya dengan Jokowi seperti yang diunggah di akun Instagram @jokowi pada Minggu (15/12/2024).

Ia mengatakan, niat mereka menemui Jokowi untuk meminta bantuan penyelesaian konflik lahan melawan PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL).

"Kami berterima kasih kepada Bapak Jokowi yang telah bersedia menerima kami. Kami datang untuk memohon bantuan Bapak Jokowi menyelesaikan konflik dengan PT SBAL," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com ketika dihubungi, Selasa (17/12/2024).

Ia dan abangnya itu berkesempatan menceritakan konflik bertahun-tahun yang dihadapi bersama warga Koto Aman.

Menurut dia, Jokowi langsung merespon.  

Menurut dia, ini keempat kalinya konflik tersebut disampaikan secara langsung kepada Jokowi.

Tiga kali sebelumnya saat menjabat Presiden. 

"Alhamdulillah Pak Jokowi ingat. Ini memang sudah lama. Seperti masalah yang di Senama Nenek (Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu melawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN 5). Beliau masih ingat," ujarnya. 

Ia meminta PT SBAL mengembalikan lahan milik warga seluas 1.400 hektare.

Apalagi Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan kelapa sawit itu akan berakhir pada 31 Desember 2024 nanti.

"Kami memohon supaya HGU itu tidak diperpanjang lagi dan lahannya dikembalikan kepada masyarakat," pintanya. 

Pada kesempatan itu, kata dia, Jokowi meminta waktu untuk dia menindaklanjutinya.

Jokowi akan membentuk tim dan juga berharap konflik tersebut dapat diselesaikan. 

"Pak Jokowi minta tunggu dulu. Kita akan bentuk tim. Beliau bilang mudah-mudahan persoalan ini bisa selesai," ujarnya.(***)

Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Temui Jokowi , Kakak Beradik di Kampar Adukan Konflik Lahan, Begini Respon Mantan Presiden Itu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved