www.riau12.com
Selasa, 01-09-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Tingkat perceraian di Kampar Masih Tinggi, Faktor Ekonomi Jadi Faktor Utama
Senin, 25-11-2024 - 15:26:10 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-BANGKINANG – Tingkat perceraian di Kabupaten Kampar masih tergolong tinggi sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data hingga 25 November, Pengadilan Agama Kabupaten Kampar mencatat sebanyak 1.218 perkara gugatan perceraian yang masuk. Selain itu, terdapat 105 perkara permohonan cerai, sementara 128 perkara lainnya masih dalam proses.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pengadilan Agama Kabupaten Kampar, Dr. Darsono, S.Pd.I., M.H., kepada GoRiau.com, Senin (25/11/2024).

“Adapun faktor utama yang menyebabkan tingginya angka perceraian di Kabupaten Kampar adalah masalah ekonomi. Banyak pasangan yang akhirnya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Bangkinang,” ujar Darsono.

Ia menambahkan, tingginya angka perceraian ini seharusnya menjadi perhatian semua pihak, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh adat, hingga pemerintah.

“Fenomena perceraian ini membawa lebih banyak mudharat daripada manfaat. Oleh karena itu, kami berharap di tahun 2025 nanti kasus perceraian di Kabupaten Kampar bisa menurun,” ungkapnya.A2 Menurut Darsono, pihak Pengadilan Agama telah berupaya menekan angka perceraian dengan memberikan saran dan nasihat kepada pasangan yang mengajukan gugatan. Langkah ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi para pihak sebelum memutuskan bercerai.

“Namun, untuk benar-benar menurunkan angka perceraian, dibutuhkan peran aktif dari semua lapisan masyarakat dan pemerintah. Kami berharap angka perceraian di Kabupaten Kampar bisa turun di tahun 2025 mendatang,” pungkasnya. (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Tingkat perceraian di Kampar Masih Tinggi, Faktor Ekonomi Jadi Faktor Utama
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved