www.riau12.com
Selasa, 01-09-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Tasma Puja Tepis Tuduhan Negatif Satgas Adat Kenegerian Kampa Usai Demo
Selasa, 12-11-2024 - 08:47:28 WIB

TERKAIT:
   
 

KAMPA -Riau12.com - PT Tasma Puja menepis tuduhan massa yang mengatasnamakan Satgas Adat Kenegerian Kampa, pasca didemo beberapa hari lalu. Ada beberapa hal tuduhan yang dilayangkan massa saat demo berlangsung.

Staf Divisi Humas PT Tasma Puja Dian Alfathy mengklarifikasi dan meluruskan fakta atas tuduhan yang dilayangkan oleh pihak yang menamakan Satgas Adat Kenegerian Kampa tersebut.

Dian Alfathy mengatakan, apa yang dituduhkan kepada perusahaan bahwa luas kebun melebihi izin hak guna usaha (HGU) tidak mendapat izin dari pemangku adat, serta tidak memberi kesempatan kepada putra daerah untuk bekerja di perusahaan dan tidak mempunyai mitra kebun plasma, tidak benar.

“Tuduhan tersebut merupakan fitnah yang tidak berdasarkan pada kenyataan,” cakap Dian, Senin (11/11/2024).

Ia menambahkan, PT Tasma Puja sudah memiliki izin dan legalitas yang lengkap. Baik perizinan sesuai aturan hukum Negara Republik Indonesia maupun secara adat.

Berkaitan dengan tuduhan areal melebihi HGU, Dian menjelaskan bahwa perusahaan telah mendapatkan HGU dan telah melewati proses. Termasuk pengukuran yang seksama oleh instansi Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Dian menegaskan, apabila ada yang menuduh luas tidak sesuai HGU, sama saja meragukan kerja instansi tersebut. Bahkan pengukuran ulang lahan kebun pernah dilakukan pada zaman reformasi tahun 1999, dan hasilnya luas areal tidak melebihi izin HGU.

Secara adat, sebelum perusahaan membuka lahan, sudah terlebih dahulu memperoleh izin dari ninik mamak Kenegerian di wilayah perkebunan berada, yaitu Kenegrian Kampa dan Kenegerian Rumbio. Seluruh ninik mamak sepakat mengizinkan PT Tasma Puja untuk membuka kebun.

Lanjutnya, dengan syarat memberikan ganti rugi kepada penggarap lahan dan mengikutkan anak kemenakan yang merupakan masyarakat lokal untuk turut memiliki kebun sawit dalam bentuk kemitraan kebun plasma. Seluruh persyaratan tersebut sudah sejak dulu rampung dilaksanakan oleh perusahaan.

Sebelum membuka kebun, PT Tasma Puja terlebih dahulu menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan secara transparan, terbuka dan diketahui oleh semua pihak.

Pada waktu itu ganti rugi dilaksanakan melalui tim yang dibentuk oleh Camat Kampar yang terdiri dari Upika Kecamatan Kampar, Kepala Desa Kampar, Kampung Panjang (Desa Koto Perambahan), Pulau Rambai, Padang Mutung, Sekretaris Wilayah Kecamatan Kampar, Polisi Pamong Praja, Kaur Pemerintahan dan ninik mamak.

"Jadi tidak benar apabila ada tuduhan ada areal yang belum diganti rugi. Ganti rugi dilakukan bukan hanya oleh perusahaan sendiri saja, tapi melibatkan tim. Jadi sangat terbuka. Itu sudah selesai puluhan tahun silam. Kalau sekarang ada yang baru ribut-ribut soal ganti rugi jelas ada indikasi motif lain,” ulas Dian.

Dari segi kemitraan, perusahaan telah lama selesai membangun kebun plasma sebagai bentuk kemitraan. Pesertanya adalah masyarakat setempat. "Bahkan areal kemitraan plasma kami adalah 50%, artinya sudah jauh melebihi persyaratan pemerintah yaitu 20%,” beber Dian.

Dalam perjalanananya selama puluhan tahun PT Tasma Puja telah mempekerjakan baik tenaga kerja tempatan maupun pendatang. "Pada intinya kami tidak ada diskriminasi dalam tenaga kerja. Putra daerah maupun pendatang sama-sama kita terima, sepanjang memenuhi syarat dan memiliki kemauan kerja,” terangnya.

Mengenai CSR, Dian mengatakan, PT Tasma Puja sudah eksis puluhan tahun di Kecamatan Kampa. Dari awal hingga saat ini dan ke depan selalu bersinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk turut memajukan daerah ini. Sudah tak terhitung banyaknya sumbangan dan CSR yang diberikan perusahaan.

“Termasuk di antaranya partisipasi dalam pembangunan istana Kampa, santunan rutin anak yatim piatu dhuafa, sunatan masal, partisipasi dalam pembangunan fasilitas umum seperti masjid, dukungan khalifaf MTQ Kecamatan Kampar, kegiatan olah raga dan pemuda, dan lain sebagainya," kata Dian.

"PT Tasma Puja berada di Kampar sudah sangat lama. Adalah mustahil keberadaan kami selama ini bertentangan dengan aturan hukum dan aturan adat. Karena kami selalu dimonitor baik oleh pemerintah sebagai regulator maupun oleh pemuka adat sebagai kontrol sosial,” tegas Dian.

“Apabila ada pihak-pihak yang menuduhkan hal-hal seperti yang saya sampaikan di sebelumnya tadi, sama saja mereka meragukan kerja pemerintah dan kredibilitas pemuka adat,” imbuh Dian.

Ketika ditanya mengapa walaupun perusahaan sudah melaksanakan aturan tapi ada pihak-pihak yang menuduhkan sebaliknya, Dian menjawab, sudah lebih dari 20 tahun bekerja di perusahaan, baru ini ada tuduhan seperti itu.

“Saya tidak tahu persis apa sebabnya. Tapi ada indikasi motifnya ekonomi,” pungkas Dian (***)

Sumber: Cakaplah



 
Berita Lainnya :
  • Tasma Puja Tepis Tuduhan Negatif Satgas Adat Kenegerian Kampa Usai Demo
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved