www.riau12.com
Selasa, 01-09-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Gajah Sering Rusak Sawit Warga, BBKSDA Riau Tunggu Koordinasi Pemkab Kampar dalam Penanganan
Senin, 11-11-2024 - 15:43:15 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KAMPAR - BBKSDA Riau tunggu koordinasi Pemkab Kampar dalam penanganan gajah. Mengingat Gajah Sumatera yang sering merusak sawit warga.

Itu disampaikan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, M. Hendri Datuk Sinao. Pihaknya berharap keterlibatan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam penanganan gajah tersebut.

Dirinya mengaku, empat kepala desa sebelumnya telah menyurati Camat Kampar pada 1 November 2024. Terdiri dari Kepala Desa Koto Tibun, Rumbio, Padang Mutung, dan Pulau Sarak.

Surat itu meminta camat agar menyampaikan persoalan tersebut ke bupati agar bupati berkoordinasi dengan BBKSDA. Koordinasi itu masih ditunggu.

"Sampai saat ini kalau (koordinasi Pemkab Kampar) ke KSDA belum ada," ujarnya, Senin (11/11/2024).

Ia berharap, Pemkab Kampar terlibat untuk menangani gajah tersebut. Karena penanganannya bakal berdampak terhadap beberapa hal.

Menurut dia, terutama terhadap masyarakat sekitar. Risiko pengevakuasian bisa saja mengusik masyarakat lain apabila skala upaya yang dilakukan meluas.

"Tentu kan yang punya masyarakat adalah Pemda Kampar. Bagaimana langkah yang diambil, perlu peran serta Pemkab Kampar," sebutnya dikutip dari tribunpekanbaru.

Sebelumnya, BBKSDA melalui Tim Investigasi yang melibatkan beberapa unsur berhasil mengungkap keberadaan gajah tersebut.

Individu gajah itu dipastikan satu ekor jantan dewasa berusia sekitar 18-20 tahun yang mendiami Hutan Adat Ghimbo Potai.

Hendri mengatakan, keputusan pengevakuasian mesti dari Direktur Jenderal (Dirjen) KSDA. Tetapi pelaksanaannya amat memerlukan peran serta Pemkab Kampar. (***)

Sumber: halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Gajah Sering Rusak Sawit Warga, BBKSDA Riau Tunggu Koordinasi Pemkab Kampar dalam Penanganan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved