www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Murid Belajar di Ruang Bekas Toilet, Repdem Kecam Pemkab Kampar Hanya Mentingkan Diri Sendiri
Jumat, 14-06-2024 - 15:24:31 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU- Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), sayap resmi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, mengecam kondisi memprihatinkan di Kabupaten Kampar, Riau. Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 002 di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, terpaksa belajar di ruang bekas water closet (WC) atau toilet.

Pejabat Kabupaten Kampar dinilai tidak memiliki empati dan hanya mementingkan diri sendiri. Padahal, alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN maupun APBD sesuai amanat UUD 1945 Pasal 31 Ayat (4) dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 49 Ayat (1).

Namun, kenyataannya masih ada fasilitas belajar yang tidak layak, seperti ruang bekas WC, yang digunakan di Kabupaten Kampar. "Pejabatnya tak punya empati, anak bangsa dibiarkan belajar dengan kondisi mengenaskan," tegas Nurul Hadi, Sekretaris DPD Repdem Provinsi Riau, Jumat (14/6/2024).

Hadi menegaskan, anggaran pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas dalam setiap penyusunan APBD sesuai amanat UUD Negara Republik Indonesia.

Repdem mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Kampar untuk mengawal dan melakukan protes secara masif terhadap Pemerintah Kabupaten Kampar guna segera menindaklanjuti temuan sekolah yang menggunakan bekas toilet tersebut.

"Kami akan dorong DPC Repdem Kampar untuk melakukan advokasi kepada masyarakat atau peserta didik SDN 002 di Desa Tanjung yang belajar di ruangan bekas WC," tegas Hadi.

Hadi juga menambahkan, jika perlu, Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar harus didemo supaya pejabat setempat segera mencari solusi agar siswa SDN 002 belajar di tempat yang layak. "Gas aja biar tahu diri bagaimana jadi pelayan rakyat," tukas Hadi.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Riau, khususnya di Kabupaten Kampar heboh dengan munculnya kabar sebanyak 18 siswa kelas 1 di SDN 02 Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Riau belajar di ruangan bekas toilet. Mirisnya bangunan bekas toilet itu sudah digunakan untuk belajar selama lima tahun terakhir.

Mengetahui hal itu, Penjabat (Pj) Gubernur Riau SF Hariyanto mengaku prihatin dan sangat menyayangkan hal itu terjadi di Riau.

SF Hariyanto meminta Pj Bupati Kampar, Hambali untuk mengecek ke lokasi. Ia menilai anak-anak sebagai penerus bangsa harus mendapatkan pendidikan yang layak.

"Saya minta Pj Bupati Kampar untuk cek kondisi sekolah itu dan segera cari solusi yang cepat," ujar SF Hariyanto, kepada wartawan, Rabu (12/6/2024).

Tak hanya itu Pj Gubernur Riau juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk berkoordinasi dengan Pemkab Kampar dalam menyelesaikan persoalan ini karena sekolah dasar adalah kewenangan kabupaten.

SF Hariyanto mengaku tak ingin siswa SDN 02 itu berlama-lama belajar di ruangan bekas toilet. "Bahkan saya dapat informasi ada juga SD tanpa dinding di Rantau Kasih. Saya usahakan CSR dari perusahaan untuk membangun sekolah itu," janjinya.

Kabar adanya siswa belajar di bangunan bekas toilet sebelumnya diungkap Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD Kampar Agus Candra saat rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023 di ruang rapat paripurna DPRD Kampar, Bangkinang, Senin (10/6/2024).

“Saat ini yang lagi tranding ada bekas wc jadi ruang belajar. Mohon itu jadi perhatian kita bersama,” tegas Agus.

Kepada CAKAPLAH.com usai rapat paripurna Agus mengatakan, sekolah tersebut adalah SDN 002 Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu. Persoalan ini sebenarnya telah mencuat dua tahun lalu, namun kembali mencuat saat ini karena diangkat pemberitaannya oleh media dan viral di media sosial.

Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan kepala sekolah dengan memfungsikan toilet sebagai ruangan belajar.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala SDN 002 Tanjung Apriwardi membenarkan bahwa bangunan bekas WC itu sudah lama digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

"Anak-anak belajar di ruangan bekas WC itu sejak lima tahun lalu. Ruangan itu dipakai siswa kelas satu," ujar Apriwadi, Selasa (11/6/2024).

Apriwadi mengatakan bangunan yang jauh dari kata layak tersebut terpaksa diisi sebanyak 18 orang murid kelas 1. Sebab, tak ada lagi ruangan lain yang bisa dimanfaatkan untuk belajar anak-anak.

"Secara keseluruhan, SDN 002 ini ada 9 kelas, jumlah siswanya sebanyak 223 orang. Tapi karena kekurangan ruangan, jadi terpaksa bekas WC dijadikan tempat belajar anak-anak sebanyak 18 siswa," jelasnya.

Apriwadi menyampaikan dulunya bangunan bekas WC berukuran 4x6 berdinding beton itu dijadikan gudang. Namun, kini disulap menjadi tempat belajar belasan murid, karena kekurangan kelas.

Mirisnya, meski pihak sekolah sudah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Pemkab Kampar untuk penambahan ruang kelas. Namun, sudah bertahun-tahun permintaan sekolah tak kunjung dikabulkan.

"Proposal ke Disdik sudah kita ajukan pada tahun 2022, untuk penambahan ruang kelas. Waktu itu orang dinas sudah datang meninjau. Katanya sudah oke, tapi entah apa masalahnya sampai sekarang tak ada hasil," keluh Apriwardi.(***)

Sumber: Cakaplah.com



 
Berita Lainnya :
  • Murid Belajar di Ruang Bekas Toilet, Repdem Kecam Pemkab Kampar Hanya Mentingkan Diri Sendiri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved