www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Dua Anggota Tani RSA Kabupaten Kampar Babak Belur Dikeroyok OTK
Senin, 04-03-2024 - 08:58:21 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU- Dua anggota Kelompok Tani Radja Sima Abadi (RSA) bernama Ahmad Ihsan Siahaan dan Marianus Mabileti dikeroyok orang tak dikenal (OTK) di Jalan Poros Desa Bangun Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar, Riau. Kedua korban dilarikan ke rumah sakit.

"Kedua korban adalah anggota saya, mereka dikeroyok puluhan orang," ujar Ketua Kelompok Tani Radja Sima Abadi, Effendi Simatupang, Ahad (3/3/2024).

Effendi menyebutkan pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu (2/3/2024) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu kedua korban keluar dari pondok kebun sawit untuk membeli makan siang.

Saat melintasi jalan poros Desa Bangun Sari dengan sepeda motor, keduanya diberhentikan sekitar 20 orang. Tiba-tiba, korban langsung dipukuli oleh para pelaku. Salah satu pelaku menggunakan kayu balok untuk memukul kedua korban. Korban langsung jatuh dari sepeda motor dan kembali dikeroyok para pelaku. 

Hantaman kayu balok itu membuat kepala Marianus bersimbah darah sedangkan Ahmad Ihsan mengalami bonyok di wajah, tangan dan bahu. Keduanya pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Satu orang dirawat di RS Sansani dan korban lainnya di RS Bhayangkara Pekanbaru. 

Dari hasil visum, kepala korban Marianus mengalami luka sepanjang 15 centimeter. 

Dompet korban berisi uang Rp3,5 juta, identitas seperti KTP dan handphone sampai saat ini tidak ditemukan. Kejadian itu lalu dilaporkan ke Polres Kampar.

Terpisah, Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja saat dikonfirmasi mengatakan kedua korban sudah membuat laporan ke polisi. Pihaknya sedang menangani kasus tersebut.

"Iya, sudah buat laporan kedua korban. Itu sudah ditangani," kata Ronald.*

Sumber: Cakaplah.com



 
Berita Lainnya :
  • Dua Anggota Tani RSA Kabupaten Kampar Babak Belur Dikeroyok OTK
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved