www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Rumah Warga di Kampar Terancam Hanyut di Sungai Akibat Longsor, Isi Rumah Terpaksa di Evakuasi
Rabu, 31-01-2024 - 09:10:41 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-BANGKINANG - Rumah warga di Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar terancam hanyut ke dalam sungai akibat longsor. Isi rumah pun terpaksa dievakuasi.

Camat Kampar, Rahmat Fajri kepada wartawan, Selasa (30/1/2024) mengungkapkan bahwa pihak pemerintah kecamatan dan desa sudah membantu mengevakuasi isi rumah warga atas nama Hendra dan Mega ini.

"Kemarin membantu membongkar, evakuasi, memindahkan barang-barang semuanya. Dan kami juga mengajukan proposal ke Balai Sungai, dan juga ke BPD Kampar, apakah ini nanti bisa pakai dana tanggap darurat untuk mencegahnya," ujarnya.

Mantan Camat Siak Hulu ini juga mengatakan bahwa bencana longsor ini juga telah dianggarkan untuk pembuatan turap Rp18 miliar. Aspirasi anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat.

"Kalau informasi dari Balai, itu sudah dianggarkan, lagi masa tender untuk pembuatan turap lebih kurang 18 miliar, dana aspirasi dari Pak Syahrul Aidi," ungkapnya.

Lebih lanjut Rahmat Fajri mengatakan bahwa rumah ini tidak dapat diselamatkan jika longsor bertambah, karena memang membutuhkan anggaran yang cukup besar dengan membangun turap menunggu anggaran dari Pusat aspirasi Syahrul Aidi Maazat tersebut.

"Kondisi apapun tidak bisa, karena air tinggi. Dipaksa apapun kita membuat kegiatan apapun tak bisa. Dan itu sudah alam. Jadi saya tidak bisa mengatakan itu selesai, karena memang itu membutuhkan dana besar. Sudah dikaji kemarin. Pernah waktu itu pakai kayu cerocok, sudah habis anggaran 9 juta, naik air, hilang semuanya. Jadi mubazir. Jadi jalan satu-satunya, kita harus menunggu anggaran dari pusat tadi," ulasnya.***(Wal)

Sumber: Riauterkini.com



 
Berita Lainnya :
  • Rumah Warga di Kampar Terancam Hanyut di Sungai Akibat Longsor, Isi Rumah Terpaksa di Evakuasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved