Riau12.com-DUMAI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi banjir rob atau pasang keling yang diprediksi akan terjadi mulai 20 hingga 22 Oktober 2025 mendatang.
Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya curah hujan beberapa hari terakhir di Dumai yang berpotensi memperparah genangan di wilayah pesisir.
Kota Dumai sendiri merupakan daerah pesisir di Provinsi Riau yang kerap menjadi langganan banjir rob setiap tahunnya. Beberapa ruas jalan utama dan permukiman warga di Kecamatan Dumai Kota menjadi kawasan paling terdampak.
“Diprediksi beberapa hari ke depan banjir rob atau pasang keling akan melanda Dumai. Puncaknya sekitar tanggal 21 hingga 22 Oktober 2025. Karena Dumai dekat laut dan saat ini potensi hujan juga tinggi, jadi masyarakat harus waspada,†kata Kabid Penanggulangan BPBD Dumai, Joko, Jumat (17/10/2025).
Menurutnya, genangan biasanya terjadi di sejumlah jalan protokol seperti Jalan Sultan Hasanuddin, Sultan Syarif Kasim, Sukajadi, Cempedak, Budi Kemuliaan, Patimura, dan Jeruk, termasuk beberapa gang di Kelurahan Rimba Sekampung yang kerap menjadi langganan terendam air laut pasang.
Untuk mengantisipasi dampaknya, BPBD Dumai telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat guna melakukan normalisasi drainase di kawasan rawan genangan.
“Saat ini pemerintah kota melalui Dinas PU sudah melakukan proses normalisasi dan pembangunan drainase. Harapannya, ketika pasang naik air laut terjadi, genangan bisa cepat surut,†jelasnya.
Joko juga mengingatkan warga yang tinggal di kawasan pesisir dan daerah rendah agar meningkatkan kewaspadaan serta memastikan keselamatan diri dan barang berharga.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Jika membutuhkan bantuan, bisa langsung berkoordinasi dengan lurah, camat, atau pihak BPBD Dumai,†ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar warga berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya hewan melata seperti ular yang sering terbawa arus banjir, serta mengamankan barang elektronik di tempat lebih tinggi.
“Yang penting tetap siaga. Pasang keling ini rutin terjadi, tapi dengan antisipasi yang baik kita bisa meminimalkan dampaknya,†tutup Joko.
Komentar Anda :