Kilang Dumai Catat Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Capai 99 Persen dalam Peringatan IFFD 2025
Riau12.com-PEKANBARU -- Tingkat kesiapan peralatan tanggap darurat di PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) RU II Dumai dan Kilang Sungai Pakning mencapai hampir 100 persen, menjadi penanda kuat keseriusan perusahaan dalam menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan kerja berisiko tinggi.
Peralatan utama penanggulangan kebakaran di Kilang Dumai mencapai 99,05 persen, sementara di Kilang Sungai Pakning mencapai 98,9 persen. Adapun alat pemadam api ringan (APAR) dan perlengkapan pendukung lainnya telah dinyatakan siap pakai 100 persen.
Pencapaian ini turut diperkuat dengan kesiapan personel pemadam kebakaran yang melebihi standar, yaitu 9 persen 10 personel per shift, dilengkapi dengan mitra kerja dan seluruh anggota telah tersertifikasi sesuai standar industri migas.
“Peringatan IFFD bukan hanya seremoni. Ini adalah penguatan nyata kesiapan kami dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk mengedukasi masyarakat dan menanamkan budaya tanggap darurat sejak dini,†kata Isnandhi Dwi Saputra, Senior Manager Operation and Manufacturing PT KPI Kilang Dumai.
Dengan tema “Fight to Live, Live to Fightâ€, peringatan IFFD 2025 di Kilang Dumai dan Sungai Pakning digelar lewat berbagai kegiatan internal maupun eksternal. Di Kilang Dumai, agenda dimulai dengan Apel Siaga Bersama, parade fire truck, Fire Fighting Contest, hingga program edukatif Fire Brigade Go to School di SMA YKPP Dumai. Sementara di Sungai Pakning, digelar pelatihan rescue, lomba Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga sosialisasi bersama karyawan SPBU.
Kegiatan edukasi menjadi sorotan, khususnya saat pelajar kelas 11 SMA YKPP Dumai diajak praktik langsung menggunakan APAR dan fire blanket, serta mengenal armada pemadam. Program ini disebut mampu meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda menghadapi kebakaran.
“Praktik langsung lebih efektif membentuk mental tanggap dan percaya diri siswa. Ini bentuk investasi jangka panjang dalam pengurangan risiko kebakaran di masyarakat,†terang Rifky Firmansyah Sutikno, Senior Supervisor Emergency Response & Facility.
Kepala sekolah dan siswa pun menyambut baik inisiatif ini. Kepala SMA YKPP Dumai, Yesi Alfizah, menyebut program ini memberi pengetahuan penting yang belum tentu diajarkan secara formal. Salah satu siswa, Livia Putrika Donald, mengaku kini lebih paham langkah mitigasi jika terjadi kebakaran.
Tak hanya kesiapsiagaan teknis, Kilang Dumai juga mengintegrasikan nilai-nilai AKHLAK sebagai budaya kerja dalam setiap kegiatan. Melalui Agent of Change (AOC), siswa dikenalkan pada nilai Amanah, Kompeten, Harmonis, Adaptif, dan Kolaboratif, serta proses bisnis Pertamina yang berkontribusi pada ketahanan energi nasional.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab pekerja, tapi juga masyarakat. Maka edukasi publik dan keteladanan budaya kerja jadi kunci utama menciptakan lingkungan industri yang aman dan berkelanjutan,†tutup Syahril Aditya Ginanjar, Chief AOC Kilang Dumai. (***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :