Tak Terima Belasan Sekuriti di PHK, Didepan Pabrik Wilmar Puluhan Anggota LAMR Gelar Unjuk Rasa
Selasa, 11-02-2025 - 10:00:10 WIB
Riau12.com-DUMAI – Puluhan orang yang mengatasnamakan Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Dumai menggelar unjuk rasa di depan pabrik PT Wilmar Nabati Indonesia (Wina) di Jalan Datuk Laksamana, Kelurahan Buluh Kasap, Senin (10/2/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) belasan tenaga sekuriti.
Aksi demonstrasi sempat berlangsung tegang setelah massa membakar ban bekas di depan gerbang pabrik, menyebabkan asap hitam pekat membumbung ke langit Dumai. Mereka juga memblokir akses masuk dan mengibarkan petaka LAMR sebagai simbol perlawanan.
Pantauan di lokasi, massa semakin berang karena General Manager (GM) PT Wilmar Dumai, Simon Panjaitan, tak kunjung menemui mereka.
Panglima Tameng Adat LAMR Dumai, Tengku Dedek Iskandar, menyampaikan bahwa aksi ini tak hanya digelar di satu titik. “Rencana unjuk rasa akan dilakukan di dua lokasi, yakni di gerbang PT Wilmar Jalan Datuk Laksamana dan di gerbang KID Pelintung, serta beberapa titik tambahan yang sudah kami laporkan ke kepolisian,†ujarnya.
Aksi ini dipicu oleh pergantian Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) oleh PT Ganda Prabu Nusantara (GPN), yang berimbas pada hilangnya pekerjaan belasan tenaga sekuriti tempatan.
"Kami mohon maaf kepada masyarakat jika aksi ini mengganggu aktivitas. Ini demi menjaga marwah dan nama baik Lembaga Adat Melayu. Kami berjuang untuk keadilan,†tegas Tengku.
Sebelumnya, pada 13 Januari 2025, Tameng Adat LAMR Dumai juga menggelar aksi serupa di lokasi yang sama. Mereka menuntut GM Wilmar Dumai dan PT GPN angkat kaki dari perusahaan.
Massa juga meminta DPRD dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Dumai menggelar hearing terbuka terkait dugaan ketidaksesuaian prosedur perekrutan tenaga kerja dan adanya pungutan liar (pungli).
Tuntutan lainnya adalah meminta PT Wilmar Nabati Indonesia memutus kontrak dengan PT GPN serta menunjukkan data tenaga kerja yang telah didaftarkan dan dihapus dari Disnaker Dumai, baik pekerja tetap maupun outsourcing.
Mereka juga mendesak aparat penegak hukum mengambil langkah tegas terhadap dugaan pungli yang terjadi dalam perekrutan sekuriti di perusahaan tersebut. (***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :