www.riau12.com
Rabu, 26-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Penerapan PMK, 1.500 Orang Terancam Pengangguran, Aliansi Buruh Dumai Adukan ke DPRD Riau
Jumat, 17-01-2025 - 09:01:21 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Aliansi Buruh Pergudangan Kota Dumai, Kamis (16/1/2025), mengadukan nasib mereka ke Komisi III DPRD Riau terkait ancaman kehilangan pekerjaan. Hal ini dipicu oleh penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 08 dan 09 Tahun 2000 yang membatasi gudang penampungan barang impor.

Ketua Aliansi Buruh Pergudangan Kota Dumai, Agus Budianto, menjelaskan bahwa aturan tersebut mewajibkan barang impor, baik jalur hijau maupun merah, disimpan di gudang berstatus Tempat Penimbunan Sementara (TPS).

"Di Dumai, hanya ada satu gudang TPS milik PT Dumai Bone Perkasa, sementara 13 gudang lainnya tidak memiliki status TPS," ujar Agus usai rapat di Komisi III DPRD Riau.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi membuat ribuan buruh kehilangan pekerjaan karena hanya satu gudang yang diperbolehkan menampung barang impor. "Kami minta pemberlakuan PMK ini di Kota Dumai ditunda," tegasnya.

Agus juga menyoroti kesulitan pengusaha gudang dalam mengurus izin TPS. "Prosesnya rumit, sementara buruh butuh pekerjaan. Kalau hanya satu gudang TPS, jelas tidak cukup," tambahnya. Ia meminta pemerintah bersikap adil dengan mempermudah proses perizinan agar semua gudang dapat beroperasi.

Selain berdampak pada buruh, Agus mengingatkan bahwa terbatasnya gudang TPS bisa membuat importir enggan menggunakan Pelabuhan Dumai. "Kalau ini dibiarkan, masalahnya bukan hanya 1500 buruh yang menganggur, tapi juga kerugian bagi negara," ungkapnya.

DPRD Riau Desak Bea Cukai Beri Diskresi

Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, meminta Bea Cukai memberikan diskresi terhadap PMK tersebut. Menurutnya, masih ada celah dalam aturan yang memungkinkan gudang non-TPS tetap beroperasi. "Jangan sampai aturan ini justru mematikan ekonomi buruh," katanya.

Namun, Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea dan Cukai Riau, Parjia, belum memberikan kepastian terkait permintaan ini. "Kami akan bahas usulan diskresi dalam rapat besok, lalu hasilnya akan kami sampaikan ke Komisi III DPRD Riau," ujarnya.

Permasalahan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keberlangsungan hidup ratusan buruh yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pergudangan di Kota Dumai. DPRD Riau dan pihak terkait diharapkan segera menemukan solusi agar dampak sosial dan ekonomi dapat diminimalkan. (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Penerapan PMK, 1.500 Orang Terancam Pengangguran, Aliansi Buruh Dumai Adukan ke DPRD Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved