Riau12.com-DUMAI – Siti Aisyah, seorang bidan di Kota Dumai, Riau, menjadi korban perampokan pada Sabtu (13/72024) lalu. Pelakunya adalah pasien yang baru saja diobatinya.
Dikutip dari detiksumut, Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Primadona, mengatakan, pelaku menyekap dan mengancam korban dengan senjata api. Pelaku juga membawa korban berkeliling mencari toko emas.
"Korban ada dibawa keliling oleh dua pelaku. Satu bawa mobil dan satu pelaku lainnya mengiringi dari belakang dengan sepeda motor korban," ujar AKP Primadona, Jumat (19/7/2024).
Prima menuturkan, korban dibawa berkeliling oleh kedua pelaku mencari toko emas untuk menjual perhiasan. Sebab, uang tunai yang dibawa Siti Aisyah hanya Rp1,5 juta.
"Korban hanya bawa uang Rp1,5 juta saat itu. Jadi korban dibawa untuk jual emas di toko langganan dalam kondisi tangannya terikat di mobil," sebut Prima.
Karena ketakutan, korban terpaksa menjual perhiasan emas dan uangnya diserahkan kepada pelaku. Namun pelaku masih belum puas. Dalam perjalanan, pelaku meminta uang yang ada di rekening korban. Korban kemudian berpura-pura bersedia mentransfer uang dari ATM ke rekening pelaku. Saat berpura-pura ke ATM itu korban berhasil melarikan diri, hingga diselamatkan warga. Selanjutnya korban segera melapor ke polisi.
"Posisi korban ini diancam terus. Jadi dia lihat situasi ada celah dan disitulah kabur, lalu membuat laporan," ucap Prima.
Prima menuturkan, modus pelaku merampok korban adalah dengan memintanya datang karena alasan berobat. Setelah selesai diobati, korban disekap, diancam dengan parang dan senjata api.
Sambung Prima, polisi tengah mengusut kasus itu, termasuk mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan saksi di lokasi kejadian.
"Modus memang minta berobat karena korban adalah bidan. Setelah ditangani, korban disekap dari belakang dan ada juga diancam pakai parang dan benda diduga senjata api," kata Prima.
Suami korban, Saprizan, membenarkan adanya kejadian perampokan terhadap istrinya.
"Benar, kejadian Sabtu kemarin dialami oleh istri saya. Sudah lapor ke polisi," kata Saprizan.
Dituturkan Saprizan, pelaku menghubungi nomor praktek korban dan bertanya, apakah Siti bisa mengobatinya dan datang ke rumahnya di Jalan Gunung Slamet, Bumi Ayu, Dumai.
Korban mengaku bisa dan langsung datang ke rumah pelaku. Saat itu, pelaku mengaku istrinya sedang pergi belanja dan meminta agar korban menunggu.
Tidak lama setelah mengobati pelaku, korban tiba-tiba dibekap dari belakang oleh pelaku lain. Korban diancam pakai senjata api dan parang agar tidak melawan.
"Iya, ada pakai parang sama senjata api. Itu dialami istri saya," ucap Saprizan lagi.(***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :