Buat Dinamikan Pilwako Dumai Jadi Dinamis, Eddy Yatim: Saya Hanya Menjemput Takdir
Riau12.com-PEKANBARU - Munculnya nama Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Provinsi Riau, Eddy A Mohd Yatim, SSos, MSi dalam ajang Pilkada Kota Dumai, membuat dinamika politik di kota pelabuhan itu jadi berubah. Bila awalnya terkesan adem-adem saja, berubah menjadi dinamis.
Pasalnya, beberapa nama yang digadang-gadang menjadi rival terkuat petahana, memilih tidak ikut bertarung. Nama mantan Wakil Walikota Dumai d H Sunaryo dan H Abdul Kasim, SH, sejak jauh-jauh hari sudah menyatakan diri tidak akan maju.
Kondisi ini memunculkan anggapan, kalau petahana akan melenggang bebas menuju Dumai Satu pada periode berikutnya.
Namun kondisi itu berubah seiring lahirnya gerakan "Selamatkan Dumai" akhir Mei lalu. Gerakan ini yang kemudian memunculkan nama Eddy A. Mohd Yatim yang kini masih menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Riau, maju sebagai bakal calon Walikota Dumai 2024.
Gerakan ini digagas sejumlah tokoh yang telah masak dan lama bertungkus lumus di Kota Pelabuhan itu. Sebut saja dr H Sunaryo, H Abdul Kasim, SH, Misliadi, SAg, H Makmun Solihin, Dr Hj Karmila Sari serta didukung mantan Walikota Dumai H Zulkifli AS. Selain itu, sejumlah tokoh Dumai di Pekanbaru juga menyatakan dukungan terhadap gagasan ini. Di antaranya Tan Seri Drs. H. Syahril Abubakar (Ketua LAM Riau Mubes Dumai), Dr HTarmizi Yussa, MA (akademisi).dan H Zulkarnaen Nurdin, SH, MH (mantan Ketua DPW PBB).
Sontak saja, hal ini membuat suasana Pilkada Kota Dumai semakin menarik. Terlebih lagi, dorongan terhadap Eddy Yatim tersebut diikuti langkah nyata anak Dumai ini dengan mendaftarkan diri ke beberapa partai politik yang membuktikan keseriusannya ikut bertarung.
Menjemput Takdir
Ketika ditanya wartawan terkait keseriusannya maju dalam Pilkada Kota Dumai 2024, Eddy Yatim mengatakan, langkah tersebut sudah dipikirkannya masak-masak.
Menurutnya, ketika sejumlah tokoh-tokoh Dumai membuat gerakan "Selamatkan Dumai" berarti Dumai saat ini sedang tidak baik-baik saja. Karena itu, tambah Eddy Yatim, dia siap "mewakafkan" diri untuk daerah yang membesarkannya dan yang sama-sama dengan tokoh-tokoh Dumai ketika itu diperjuangkan menjadi daerah otonom.
"Saya siap lahir batin. Saya hanya menjemput takdir saya untuk Dumai. Sebab, tanah Dumai ini keramat. Secara historis, belum ada Walikota Dumai ini dua periode secara berturut-turut. Ditambah lagi, selalu pemimpin di Dumai ini rotasinya dari Rohil dan Bengkalis bergantian. Apalagi, untuk melangkah, saya sudah melapor kepada Ketua DPD Partai Demokrat Riau Bapak H. Agung Nugroho, SE, MM dan beliau memberi restu. Kemudian kepada Bapak H. Muhammad Nasir, SH sebagai calon Gubernur Riau, beliau juga mendorong dan berjanji akan memberikan support luar dalam," tegas Eddy Yatim.
Dikatakan Eddy Yatim, dirinya akan berupaya secara maksimal untuk dapat ikut dalam kontestasi Pilkada di Dumai 2024 ini. Sebab di sinilah peluangnya untuk bisa berbuat yang terbaik bagi Dumai ke depan.
"Saya optimis bisa ikut berlayar. Nanti kita lihat saja, masyarakat Dumai menginginkan pemimpin seperti apa. Secara emosional, tentu saya punya semangat yang lebih untuk menjadikan Dumai sebagai primadona di Pantai Timur Sumatera," tutup Eddy Yatim penuh semangat.(***)
Sumber: Goriau.com
Komentar Anda :