Mempunyai Manfaat yang sangat Luar Biasa, Sri Berharap JKN dapat Dirasakan oleh Seluruh Masyarakat I
Riau12.com-DUMAI - Sri Wahyuni Tanjung (18) sejak kecil mengidap asma, bahkan hingga kini ia masih rutin berobat karena asmanya masih sering kambuh. Terutama jika cuaca dingin atau terkena debu. Sebagai remaja yang masih menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tentunya hal ini mengganggu aktivitas belajarnya. Apalagi saat ini sedang musim penghujan sehingga Sri harus pandai-pandai menjaga kesehatannya.
"Saya nggak tahan kalau cuaca dingin, makanya saya sering mengenakan jaket atau sweater seharian. Soalnya kalau cuaca dingin pasti asma saya kambuh, kalau sudah kambuh itu rasanya nggak bisa melakukan apa-apa," ujar Sri mengawali kisahnya kepada, Rabu (6/12/2023).
Untungnya, Sri sudah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI-APBD) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah kota Dumai. Dari pengalamannya beberapa kali memanfaatkan fasilitas Program JKN, Sri menyampaikan bahwa ia tidak pernah menemui kendala atau kesulitan saat berobat, mulai dari fasilitas tingkat pertama (FKTP) hingga dirujuk ke rumah sakit.
"Alhamdulillah semuanya aman dan lancar-lancar saja, nggak ada kendala kok. Kalau soal antrean menurut saya wajar, namanya juga pasien ramai. Tapi saya selalu manfaatkan Aplikasi Mobile JKN. Jadi saya bisa daftar dulu sebelum pergi berobat, nanti setibanya di Puskesmas atau rumah sakit tidak terlalu lama mengantre," terang Sri.
Sri mengatakan sudah lama mengunduh Aplikasi Mobile JKN sejak mengetahui ia dan keluarganya terdaftar sebagai peserta Program JKN. Menurut Sri, aplikasinya mudah dan sangat membantu memangkas waktu.
Selain bisa mendaftar secara online, banyak informasi yang bisa didapatkan tentang Program JKN dari Aplikasi Mobile JKN ini. Selain Sri, yang sudah merasakan manfaat Program JKN adalah orangtuanya. Ayah Sri pernah dirujuk ke RSUD Dumai lantaran penyakit hipertensi yang dideritanya, namun tidak sampai dirawat inap hanya berobat jalan saja. Kini Ayah Sri sudah menjadi pasien Program Rujuk Balik (PRB) di Puskesmas.
"Kami sekeluarga bersyukur dengan adanya Program JKN. Terus terang sejak ada Program JKN orangtua saya tidak khawatir lagi memikirkan biaya berobat. Dulu sebelum ada Program JKN, kalau ada anggota keluarga yang sakit orangtua saya selalu membawa berobat ke klinik atau dokter praktik. Tahu sendiri lah kalau sudah berobat pakai uang sendiri sebagai pasien umum pasti biayanya mahal," tutur Sri.
Tak bisa dipungkiri hadirnya Program JKN sejak 1 Januari 2014 silam telah membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Menurut Sri, banyak masyarakat yang selama ini mengidap penyakit kronis seperti jantung dan kanker yang sangat terbantu dengan hadirnya Program JKN, karena kedua penyakit tersebut membutuhkan perawatan khusus dan biaya yang besar.
"Program JKN ini membawa manfaat besar bagi masyarakat. Saya masih ingat orangtua saya pernah bercerita, dulu sebelum ada Program JKN banyak masyarakat yang sampai menjual harta bendanya untuk biaya berobat. Ya itu kalau punya harta yang bisa dijual, bagaimana dengan masyarakat yang tidak mampu? Jangankan harta benda, bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah syukur," ungkap Sri.
Sri berharap Program JKN bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia tak terkecuali bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil. Menurutnya, sebagai program negara, harapannya Program JKN bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan akses berobat di kala sakit. Ia juga mengharapkan fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan dengan profesional dan sebaik-baiknya tanpa membeda-bedakan. (rilis)
Sumber: halloriau.com
Komentar Anda :