www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Jalan Poros Rusak Parah, Warga Kepulauan Meranti Tandu Pasien Stroke Sejauh 3 Kilometer
Jumat, 14-11-2025 - 15:02:45 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Selatpanjang – Kondisi jalan poros di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali menjadi sorotan setelah warga harus menandu seorang pasien stroke sejauh sekitar tiga kilometer karena ambulans tidak bisa melintas.

Peristiwa terjadi pada Rabu, 12 November 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, ketika pasien bernama Suniah, warga Desa Tanjung Medang, membutuhkan evakuasi ke Puskesmas Tanjungsamak. Karena jalan utama yang menghubungkan beberapa desa berlumpur dan licin saat hujan, warga terpaksa bergotong-royong menandu pasien hingga titik di mana ambulans dapat menunggu.

Menurut warga setempat, Mustofa, jalan poros yang menghubungkan Desa Tanjung Bakau, Tanjung Gemuk, Tanjung Medang, dan Sungai Gayung Kiri sepanjang sekitar 28 kilometer itu telah lama rusak. Jalan dibangun pada era pemerintahan Kabupaten Bengkalis sekitar tahun 2000-an dan belum mendapat perbaikan signifikan sejak Kepulauan Meranti menjadi kabupaten sendiri.

"Kalau musim panas, mobil ambulans masih bisa lewat, tapi kalau hujan jalannya berlumpur dan licin. Ambulans tidak bisa masuk sama sekali. Jadi, kami harus gotong-royong membawa pasien dengan tandu," kata Mustofa, yang ikut dalam evakuasi.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak warga berjalan kaki menandu pasien dengan alat seadanya, sementara ambulans hanya bisa menunggu di ujung jalan poros.

Warga berharap pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat segera memperhatikan kondisi infrastruktur ini. Mereka menekankan bahwa kerusakan jalan tidak hanya menghambat akses layanan kesehatan, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat di wilayah pesisir.

Meski menghadapi keterbatasan, semangat gotong-royong dan solidaritas warga tetap terlihat kuat, menunjukkan kepedulian mereka terhadap sesama di tengah kondisi jalan yang memprihatinkan.

 




 
Berita Lainnya :
  • Jalan Poros Rusak Parah, Warga Kepulauan Meranti Tandu Pasien Stroke Sejauh 3 Kilometer
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved