Ratusan Warga Selatpanjang Geruduk Kantor PLN Tuntut Kepastian Listrik, PLN Janjikan Perbaikan dalam 10 Hari
Riau12.com-SELATPANJANG – Pemadaman listrik yang terus berulang di Kota Selatpanjang dan sekitarnya, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali memicu kemarahan warga. Pemadaman yang hampir terjadi setiap hari dalam beberapa bulan terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga merusak peralatan elektronik warga dan menimbulkan frustrasi mendalam.
Puncak kekecewaan terjadi pada Jumat (24/10/2025) malam. Tanpa dikomandoi, ratusan warga memadati halaman kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Selatpanjang di Jalan Yos Sudarso. Suasana yang biasanya tenang berubah tegang, dengan warga dari berbagai kalangan pemuda, ibu rumah tangga, hingga anak-anak menuntut kepastian pasokan listrik.
“Sudah malam padam, siang pun padam. Kami ini bayar listrik, bukan bayar gelap,†teriak seorang warga. Teriakan itu menular ke seluruh massa, yang membawa ponsel untuk merekam dan menyerukan tuntutan mereka agar PLN segera menormalkan aliran listrik.
Polres Kepulauan Meranti dan Koramil 02 Tebingtinggi dikerahkan untuk menjaga keamanan, sementara unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, termasuk Hendrizal alias Bocang, hadir untuk menenangkan massa dan menjembatani komunikasi antara warga dan pihak PLN.
Bocang menegaskan bahwa listrik bukan sekadar penerangan, melainkan kebutuhan pokok bagi ibu kota kabupaten. “Selatpanjang ini sudah ibu kota kabupaten. Jadi jangan diperlakukan seperti dulu. Listrik ini kebutuhan pokok, bukan kemewahan. Jangan biarkan masyarakat terus sengsara,†ujarnya disambut sorak warga.
Koordinasi antara warga, aparat, dan pejabat Pemkab Kepulauan Meranti menghasilkan dialog terbuka dengan Kepala ULP PLN Selatpanjang, Dalie Priasmoro. Dalie meminta maaf atas pemadaman yang berkepanjangan dan berjanji bahwa pasokan listrik akan kembali normal dalam sepuluh hari ke depan. Janji tersebut merupakan komitmen pimpinan PLN wilayah Riau dan Kepri.
“Pemadaman total tidak memungkinkan karena ada pasien di rumah sakit yang bergantung listrik. Tapi kami pastikan tim bekerja siang malam untuk mempercepat perbaikan mesin,†jelas Dalie.
Kepada warga, Dalie menjelaskan bahwa defisit daya listrik saat ini mencapai 5 megawatt, dengan kapasitas tersisa hanya 7,8 megawatt sementara beban puncak mencapai 12,8 megawatt. Sebanyak empat unit mesin pembangkit tengah menjalani pemeliharaan besar, tiga di antaranya ditargetkan rampung akhir Oktober, dan satu unit lainnya baru bisa beroperasi kembali pada Desember.
Masyarakat berharap janji PLN tidak berhenti di atas kertas. Bagi warga Kepulauan Meranti, listrik adalah denyut kehidupan ekonomi, pendidikan, dan keseharian di pulau yang berbatasan dengan negara tetangga itu.
“Kalau dalam sepuluh hari listrik tak normal, kepala PLN harus diganti!†seru Bocang, disambut teriakan dukungan warga. Meskipun malam itu situasi perlahan mereda, rasa kecewa masih tampak, disertai harapan agar komitmen PLN kali ini benar-benar membawa terang bagi Selatpanjang.
Komentar Anda :