www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kasus Cacar Monyet di Meranti, Satu Santri Meninggal Dunia: DPRD Riau Minta Dinkes Turun Tangan
Senin, 22-09-2025 - 14:52:59 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Pekanbaru – Kasus cacar monyet atau monkeypox (Mpox) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menjadi perhatian serius setelah seorang santri dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (20/9/2025). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran publik akan potensi penyebaran wabah ke wilayah lain.

Santri yang meninggal dunia diketahui bernama Bagus Setiawan (13). Berdasarkan laporan RSUD Arifin Achmad, korban didiagnosa meninggal akibat meningitis, namun tetap dicurigai terinfeksi cacar monyet. Sementara itu, seorang santri lainnya, Zulkarnain (17), juga menjadi suspek cacar monyet dan telah dipulangkan ke rumah atas permintaan keluarga. Sampel dari pasien ini sudah dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan di Jakarta, dengan hasil yang diperkirakan keluar dalam 2–4 hari ke depan.

Sebagai langkah pencegahan, tim medis telah mengambil sampel dari 17 orang yang memiliki kontak erat dengan para pasien, termasuk rekan santri di asrama, orang tua, dan keluarga dekat.

Menanggapi kasus ini, Wakil Ketua Komisi V DPRD Riau, Abdul Kosim, meminta Dinas Kesehatan Provinsi Riau segera menurunkan tim investigasi ke Meranti.

“Apakah ini ada hubungan dengan lingkungan atau wabah yang sedang menyebar? Dinkes harus segera turun untuk memastikan penyebabnya, agar bisa diantisipasi sedini mungkin dan tidak menyebar ke daerah lain,” ujarnya.

Abdul Kosim juga mengimbau masyarakat agar mendukung langkah pemerintah serta tetap waspada tanpa panik. “Masyarakat diminta mengikuti arahan Dinas Kesehatan dan pemerintah sebagai langkah antisipasi,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan pihaknya bersama RSUD Arifin Achmad dan Kemenkes telah mengambil langkah cepat untuk mencegah penularan.

“Kami mengimbau masyarakat Riau agar tetap tenang dan waspada. Jika ada keluhan, segera periksa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami,” kata Gubernur Wahid, Minggu (21/9/2025).

Pemerintah Provinsi Riau kini meningkatkan koordinasi lintas sektor, mulai dari rumah sakit, dinas kesehatan, hingga pesantren, untuk memastikan kasus ini tidak meluas dan dapat segera ditangani.

Mengenal Cacar Monyet

Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit zoonosis menular yang disebabkan virus monkeypox dari keluarga Orthopoxvirus. Penularannya bisa terjadi dari hewan ke manusia, terutama hewan pengerat atau primata, maupun antar manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau ruam penderita.

Gejala penyakit ini biasanya muncul 5–21 hari setelah terpapar, ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan ekstrem, pembengkakan kelenjar getah bening, serta ruam kulit yang berkembang dari bintik merah menjadi bintil berisi cairan hingga bernanah sebelum akhirnya mengering. Masa penyembuhan dapat berlangsung 2–4 minggu.




 
Berita Lainnya :
  • Kasus Cacar Monyet di Meranti, Satu Santri Meninggal Dunia: DPRD Riau Minta Dinkes Turun Tangan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved