www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Geger di Meranti, Santri Pesantren Selatpanjang Diduga Terpapar Monkeypox: Satu Korban Meninggal
Senin, 22-09-2025 - 09:04:48 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-SELATPANJANG – Warga Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, digemparkan dengan kabar empat santri di salah satu pesantren di Selatpanjang yang diduga terinfeksi cacar monyet (monkeypox/Mpox). Dari empat pasien tersebut, satu santri meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Meranti, Jumat (21/9/2025).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut, pasien yang meninggal merupakan salah satu dari tiga orang dengan gejala menyerupai monkeypox. Dua pasien lainnya masih dalam pemantauan dan berstatus suspek.

“Gejala yang muncul memang mengarah ke monkeypox, seperti ruam di kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening. Namun untuk kepastian, kami masih menunggu hasil laboratorium dari Pekanbaru,” ujar Ade, Minggu (21/9/2025).

Menurutnya, seorang pasien lain kini berangsur membaik. Sejak Kamis (18/9/2025), tim Dinkes bersama tenaga medis melakukan penyelidikan epidemiologi serta penelusuran kontak erat guna mencegah penyebaran.
 â€œAlhamdulillah, hasil sementara tidak ada penambahan kasus baru,” tegasnya.

Pemkab Meranti Bergerak Cepat

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Pur) H Asmar, juga mengonfirmasi kabar tersebut. Ia mengaku sudah menerima laporan resmi dari pihak pesantren dan Dinkes.

 â€œMemang benar ada satu pasien meninggal, satu lagi masih dirawat, dan dua sudah dipulangkan,” kata Asmar.

Pemerintah daerah, lanjutnya, bergerak cepat agar kasus ini tidak meluas. Ia menginstruksikan agar pasien dengan kondisi berat segera dirujuk ke Pekanbaru jika fasilitas medis di Meranti tidak memadai.

Selain itu, Asmar meminta pihak pesantren berkoordinasi aktif dengan Pemkab.

“Kalau diperlukan, proses belajar mengajar sementara diliburkan untuk memutus rantai penularan. Nanti saya akan koordinasi langsung dengan pimpinan pesantren,” ujarnya.

Kasus Monkeypox di Indonesia Masih Langka

Sebagai informasi, kasus cacar monyet di Indonesia masih tergolong jarang. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sejak pertama kali ditemukan pada 2022 hingga Agustus 2024, tercatat 88 kasus di seluruh Indonesia, dengan 87 pasien berhasil sembuh.

Kasus dugaan monkeypox di Meranti ini pun menjadi perhatian serius, mengingat sifat penyakit yang dapat menular melalui kontak erat dan masih terbatasnya fasilitas kesehatan di daerah kepulauan.




 
Berita Lainnya :
  • Geger di Meranti, Santri Pesantren Selatpanjang Diduga Terpapar Monkeypox: Satu Korban Meninggal
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved