www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Gejala Mirip Cacar Monyet, Dua Warga Meranti Diisolasi Sambil Tunggu Hasil Lab
Sabtu, 20-09-2025 - 14:47:18 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Kepulauan Meranti– Dua warga Kabupaten Kepulauan Meranti diduga terpapar penyakit cacar monyet (monkeypox/Mpox). Saat ini keduanya menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan daerah setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Widya Nengsih, menegaskan status kedua pasien masih sebatas suspek. Artinya, diagnosis belum bisa dipastikan hingga hasil uji laboratorium keluar.

“Diagnosis belum bisa dipastikan sampai hasil sampel laboratorium keluar. Sementara ini, kedua pasien sudah diisolasi di ruang khusus untuk mencegah penularan,” jelas Widya, Jumat (19/9).

Diskes Meranti telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) sejak Kamis (18/9). Selain mengisolasi pasien, petugas juga meminta masyarakat yang pernah melakukan kontak erat untuk menjalani isolasi mandiri dan membatasi interaksi.

Widya mengimbau masyarakat tidak panik karena gejala cacar monyet mirip dengan penyakit kulit lain seperti cacar air, campak, atau infeksi kulit biasa. “Ini masih suspek. Bisa saja hasilnya negatif dan hanya penyakit kulit umum. Karena itu, mari tunggu hasil laboratorium resmi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyakit cacar monyet tergolong langka di Indonesia. Sejak pertama kali terdeteksi pada 2022, jumlah kasus relatif terkendali. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga 17 Agustus 2024 ada 88 kasus terkonfirmasi, tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox yang awalnya endemik di Afrika, lalu menyebar ke berbagai belahan dunia. Penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan ruam, cairan tubuh, atau luka pasien, percikan pernapasan jarak dekat, hingga barang yang terkontaminasi cairan luka.

Gejala awal biasanya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening, kemudian muncul ruam atau bintil berisi cairan di kulit. Sebagian besar kasus dapat sembuh dalam 2–4 minggu.

Diskes Meranti menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat, memakai masker bila sakit, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mirip cacar monyet.

“Paling penting adalah jangan panik. Penyakit ini bisa dicegah dengan disiplin menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit. Untuk masyarakat, kami imbau tetap waspada tetapi tidak perlu cemas berlebihan,” tutup Widya.




 
Berita Lainnya :
  • Gejala Mirip Cacar Monyet, Dua Warga Meranti Diisolasi Sambil Tunggu Hasil Lab
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved