www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Pekerja Perbaiki Kebun Hidroponik Tewas, Polisi: Diduga Kesetrum Bor Listrik
Senin, 01-09-2025 - 10:07:49 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Seorang pekerja bernama Mulyadi (49) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengapung di kolam berisi air di Jalan Pembangunan I, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (30/8/2025) siang.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Tebingtinggi IPTU Daniel Bakara mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 11.55 WIB. Saat ditemukan, tangan korban masih memegang mesin bor, sementara kaki kirinya terlilit kabel listrik.

“Korban ditemukan dalam keadaan mengapung, tangan masih memegang mesin bor dan kaki sebelah kiri terlilit kabel listrik,” ujar Iptu Daniel, Minggu (31/8/2025).

Penemuan jenazah bermula ketika pemilik kontrakan sekaligus kebun hidroponik, Deby Bayu Setya Putra, datang mengecek kondisi lahannya. Ia terkejut melihat tanaman layu, lalu menuju kolam dekat lokasi dan mendapati tubuh korban sudah mengapung.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa mesin bor dan colokan listrik, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Kepulauan Meranti untuk visum luar.

Hasil pemeriksaan dokter RSUD menemukan luka bakar di bagian perut serta kondisi tangan korban yang keriput karena tenggelam. Meski begitu, penyebab pasti kematian belum bisa dipastikan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil olah TKP dan kondisi korban, diduga kuat korban meninggal akibat tersengat listrik dari alat bor yang digunakan saat bekerja,” tambah Iptu Daniel.

Sementara itu, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kematian Mulyadi sebagai musibah. Penolakan autopsi juga telah dituangkan secara resmi kepada pihak kepolisian.

“Penyelidikan lebih lanjut dihentikan seiring keputusan keluarga, namun barang bukti tetap diamankan dan keterangan saksi dicatat,” pungkasnya.




 
Berita Lainnya :
  • Pekerja Perbaiki Kebun Hidroponik Tewas, Polisi: Diduga Kesetrum Bor Listrik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved