Ditinggalkan Kontraktor, Pembangunan Jembatan Perawang Kepulauan Meranti Tak Akan Rampung Tahun Ini, Lanjut Tahun 2026
Kamis, 14-08-2025 - 08:58:17 WIB
Riau12.com-PEKANBARU – Pembangunan Jembatan Perawang di Kabupaten Kepulauan Meranti dipastikan tidak akan rampung hingga tahun 2026. Pasalnya, Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau baru akan kembali menganggarkan proyek tersebut pada APBD murni 2026.
“Kita akan anggarkan di APBD tahun 2026,†kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR PKPP Riau, Zulfahmi, kepada goriau.com, Rabu (13/8/2025).
Ia menjelaskan, nilai anggaran pembangunan tetap sama seperti pada tahun 2024 lalu. “Nilainya sama, tidak ada adendum,†ujarnya.
Zulfahmi menambahkan, hingga kini belum ada pencairan uang muka maupun pembayaran pekerjaan, sehingga anggaran belum berkurang dari nilai semula. “Belum ada pencairan anggaran proyek, termasuk uang muka pekerjaan,†jelasnya.
Pihaknya juga telah menyita uang jaminan proyek dari pihak rekanan sebagai sanksi. Namun, terkait apakah kontraktor sudah masuk daftar hitam (blacklist), Zulfahmi belum dapat memastikan. “Itu tahun kemarin, coba tanya Pak Teza (mantan Kabid BM),†tutupnya.
Diketahui, proyek pembangunan Jembatan Selat Akar atau Jembatan Perawang di ruas Jalan Tanjung Padang–Belitung memiliki nilai kontrak sebesar Rp36,7 miliar. Proyek yang didanai dari APBD Riau 2024 tersebut dikerjakan oleh PT Nindya Cakti Karya Utama.
Pekerjaan dimulai pada Oktober 2024 dengan pemasangan tiang piling menggunakan crane. Namun, setelah tahap awal tersebut, pihak kontraktor menghentikan aktivitas. Pada 13 Desember 2024, lokasi proyek sudah sepi, alat berat tidak lagi berada di tempat, hanya tersisa tiang pancang dan tumpukan material.
Pembangunan yang seharusnya tuntas pada 2025 ini akhirnya resmi dinyatakan mangkrak setelah kontraktor meninggalkan pekerjaan tanpa penyelesaian. Padahal, jembatan ini diharapkan menjadi solusi transportasi antarwilayah di Kepulauan Meranti.(***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :