www.riau12.com
Minggu, 23-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Karena Faktor Etika, Pelabuhan Penyagun Pulau Rangsang Belum Bisa Digunakan Padahal Telah Rampug 100 Persen
Rabu, 12-02-2025 - 08:54:44 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-SELATPANJANG - Pelabuhan Desa Penyagun di Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, yang telah selesai dibangun pada akhir 2024 lalu, hingga kini belum bisa digunakan. Padahal, fasilitas ini sudah dinantikan lama oleh warga untuk mempermudah penyeberangan antar kecamatan, dan akses menuju Rumah Sakit Pratama.

Pelabuhan yang dibangun dengan anggaran APBD 2024 senilai Rp 3,1 miliar ini telah rampung dalam waktu enam bulan, dimulai pada Mei dan selesai pada Desember 2024. Namun, meskipun secara fisik sudah 100 persen siap digunakan, ada kendala yang menyebabkan operasionalnya tertunda.

Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Ade Juliansyah Putra, ST., M.Eng, membenarkan bahwa pelabuhan tersebut belum bisa digunakan karena faktor etika dalam pengadaan konstruksi.

"Sebenarnya secara teknis pelabuhan ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat, tetapi secara etika pengadaan, kita belum bisa mengoperasikan karena pembayarannya belum tuntas. Barang belum sepenuhnya dibayar, masa sudah kita pakai?" ujar Ade, Selasa (11/2/2025).

Masalah Tunda Bayar, Pemkab Baru Lunasi 60 Persen

Pelabuhan dengan dimensi panjang 68 Meter dan lebar 3 meter itu hingga saat ini belum selesai dan sepenuhnya dibayarkan kepada pihak ketiga dalam hal ini rekanan kontraktor.
Pelabuhan ini masuk dalam skema tunda bayar, di mana Pemkab Kepulauan Meranti baru membayar 60 persen dari total pagu anggaran. Hingga saat ini, baru Rp 1,86 miliar yang dibayarkan, sementara sisa Rp 1,24 miliar masih menunggu pencairan tahap kedua yang terhambat oleh keterbatasan keuangan daerah pada akhir tahun 2024.

"Sisa pembayaran itu masuk dalam tahap pencairan tahap kedua dan terhambat oleh persediaan keuangan pada akhir tahun anggaran 2024. Sehingga proses pembayaran masuk dalam skema tunda bayar oleh pemerintah daerah pada tahun anggaran 2025 ini," ungkapnya.

Namun Ade belum bisa memastikan kapan sisa pengerjaan dapat dibayarkan oleh pemerintah daerah. Proses pencairan tahap kedua masih dikaji oleh TAPD.

"Sisa pembayaran itu masih dalam tahap kajian TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), jadi belum bisa dipastikan kapan akan dibayarkan," tambah Ade.

Selain persoalan pembayaran, pelabuhan juga masih membutuhkan pembangunan jalan pelantar dari kayu sepanjang 15 meter, karena akses menuju pelabuhan terendam air saat pasang naik.

"Kami sudah koordinasi dengan kepala desa terkait rencana penambahan jalan pelantar ini, agar nanti aksesnya tidak terganggu saat air pasang," jelasnya.

Masyarakat Desa Penyagun berharap agar pelabuhan ini segera dapat digunakan, mengingat peranannya yang sangat penting sebagai akses transportasi utama antar kecamatan. Namun, sebelum semua kendala terselesaikan, mereka harus bersabar menunggu hingga semua aspek administrasi dan infrastruktur benar-benar siap. (***)

Sumber: Halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Karena Faktor Etika, Pelabuhan Penyagun Pulau Rangsang Belum Bisa Digunakan Padahal Telah Rampug 100 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved